Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan yang dibangun dalam waktu sekitar dua setengah bulan oleh satuan tugas rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai daerah di Indonesia.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah yang terdampak bencana serta daerah terpencil yang membutuhkan akses penghubung antarwilayah.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menilai pembangunan ratusan jembatan dalam waktu singkat merupakan prestasi besar yang menunjukkan kesungguhan berbagai pihak di lapangan.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan rawan bencana karena secara geologis terletak di jalur Ring of Fire yang memiliki banyak gunung berapi.
Kondisi tersebut membuat Indonesia kaya mineral dan tanah subur, tetapi juga harus siap menghadapi berbagai bencana alam.
“Peresmian 218 jembatan yang telah dilaksanakan dalam waktu dua setengah bulan adalah suatu prestasi yang menurut hemat saya luar biasa,” kata Presiden Prabowo, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menambahkan pembangunan jembatan tersebut tidak hanya mencakup jembatan besar, tetapi juga jembatan kecil di desa-desa dan wilayah terpencil yang selama ini sulit dijangkau.
Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat ingin memastikan kehadiran negara hingga ke tingkat paling bawah.
Menurutnya, akses jembatan sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yang harus menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah.
“Sekarang saya tidur lebih lega karena anak-anak di desa terpencil tidak perlu lagi menyeberangi sungai dengan kondisi berbahaya,” ucap Presiden Prabowo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan petugas yang terlibat dalam pembangunan jembatan, termasuk satuan tugas yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak.
Menurut Presiden Prabowo, pembangunan jembatan di daerah terpencil mungkin terlihat sederhana, namun memiliki arti strategis bagi masyarakat karena membantu mobilitas warga dan membuka akses pendidikan, ekonomi, serta layanan dasar lainnya.
Editor: Redaktur TVRINews





