Polda Metro Jaya mengantisipasi potensi banjir yang dapat mengganggu arus mudik Lebaran 2026, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi berdasarkan prediksi cuaca.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan, potensi genangan hingga banjir menjadi salah satu perhatian dalam pengamanan Operasi Ketupat Jaya.
“Kemudian tambahan berikutnya adalah yang perlu diantisipasi terkait dengan anomali cuaca serta prediksi dari BMKG, di mana saat ini kita masih berada pada situasi intensitas hujan dari sedang ke tinggi. Ini perlu diantisipasi,” ujar Komarudin di Polda Metro Jaya, Senin (9/3).
Polisi telah memetakan sejumlah titik rawan genangan di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang berpotensi mengganggu arus kendaraan.
“Kami juga telah memetakan titik-titik potensi genangan air sampai dengan banjir,” ujarnya.
Menurut Komarudin, genangan air dengan ketinggian tertentu masih bisa dilalui kendaraan. Namun, jika ketinggiannya melebihi batas aman, polisi akan menerapkan rekayasa lalu lintas.
“Jadi kalau genangan itu di kisaran 0 sampai dengan 30 cm, kalau sudah di atas 30 cm ini tentunya membutuhkan penanganan yang dimungkinkan juga akan ada pola rekayasa mengingat ruas jalan yang memang tidak bisa dilalui,” jelasnya
Selain antisipasi banjir, kepolisian juga menyiapkan pengamanan untuk berbagai aktivitas masyarakat selama periode libur Lebaran dan Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan tahun ini.
“Tentu ada beberapa event kegiatan yang harus kita pastikan, kita antisipasi kegiatan-kegiatan masyarakat,” tutupnya.





