Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengapresiasi langkah para pebulu tangkis muda selama tampil di All England 2026.
Menurut Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian sejumlah catatan positif ditunjukkan oleh pemain-pemain muda yang mampu tampil kompetitif di salah satu turnamen paling prestisius dalam kalender BWF World Tour.
"Secara umum kami melihat ada dua sisi dari hasil tim Indonesia di All England kali ini. Dari sisi positif, perkembangan pemain-pemain muda menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. Mereka mampu tampil kompetitif di turnamen dengan level dan tekanan tinggi seperti All England," kata Eng Hian dalam keterangan resmi, Senin.
"Ini menjadi indikator bahwa proses regenerasi berjalan dan para pemain muda mulai mampu bersaing di level tertinggi,” imbuhnya.
Pebulu tangkis ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi salah satu pasangan yang tampil mengejutkan dengan melaju hingga babak semifinal All England 2026 meski baru menjalani debut pada turnamen BWF Super 1000 tersebut.
Baca juga: Raymond/Joaquin terhenti di babak semifinal All England 2026
Dalam perjalanannya jawara Australia Open 2025 tersebut mampu mengalahkan pasangan unggulan kelima dan unggulan ketiga dalam turnamen kali ini.
Bahkan ketika menghadapi pasangan nomor satu dunia sekaligus juara bertahan di semifinal, mereka tetap mampu memberikan perlawanan yang sangat baik. Penampilan seperti ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi dan kualitas untuk terus berkembang ke depan.
Meski demikian, tim bulu tangkis Indonesia yang notabene mempunyai materi-materi pemain muda gagal menorehkan catatan impresif dengan membawa gelar All England 2026 setelah langkah terjauh wakil Merah Putih dicatatkan oleh Raymond/Joaquin yang melaju hingga semifinal.
Sedangkan di empat sektor lainnya yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran langkah tim Indonesia terhenti di babak perempat final.
Baca juga: Alwi petik hal positif setelah kandas di perempat final All England
Baca juga: Indonesia tanpa wakil ganda putri pada semifinal All England 2026
Menurut Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian sejumlah catatan positif ditunjukkan oleh pemain-pemain muda yang mampu tampil kompetitif di salah satu turnamen paling prestisius dalam kalender BWF World Tour.
"Secara umum kami melihat ada dua sisi dari hasil tim Indonesia di All England kali ini. Dari sisi positif, perkembangan pemain-pemain muda menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. Mereka mampu tampil kompetitif di turnamen dengan level dan tekanan tinggi seperti All England," kata Eng Hian dalam keterangan resmi, Senin.
"Ini menjadi indikator bahwa proses regenerasi berjalan dan para pemain muda mulai mampu bersaing di level tertinggi,” imbuhnya.
Pebulu tangkis ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi salah satu pasangan yang tampil mengejutkan dengan melaju hingga babak semifinal All England 2026 meski baru menjalani debut pada turnamen BWF Super 1000 tersebut.
Baca juga: Raymond/Joaquin terhenti di babak semifinal All England 2026
Dalam perjalanannya jawara Australia Open 2025 tersebut mampu mengalahkan pasangan unggulan kelima dan unggulan ketiga dalam turnamen kali ini.
Bahkan ketika menghadapi pasangan nomor satu dunia sekaligus juara bertahan di semifinal, mereka tetap mampu memberikan perlawanan yang sangat baik. Penampilan seperti ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi dan kualitas untuk terus berkembang ke depan.
Meski demikian, tim bulu tangkis Indonesia yang notabene mempunyai materi-materi pemain muda gagal menorehkan catatan impresif dengan membawa gelar All England 2026 setelah langkah terjauh wakil Merah Putih dicatatkan oleh Raymond/Joaquin yang melaju hingga semifinal.
Sedangkan di empat sektor lainnya yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran langkah tim Indonesia terhenti di babak perempat final.
Baca juga: Alwi petik hal positif setelah kandas di perempat final All England
Baca juga: Indonesia tanpa wakil ganda putri pada semifinal All England 2026





