Menuju Lebaran, BNPB Bangun 1.771 Huntara Penyintas Banjir di Aceh Tamiang

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Aceh

Upaya penyediaan tempat tinggal bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh terus menunjukkan perkembangan. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah kementerian dan lembaga telah membangun 1.771 unit hunian sementara (huntara) di 25 lokasi.

Sebanyak 1.339 kepala keluarga (KK) telah menempati hunian tersebut. Para penyintas kini tinggal di tempat yang lebih layak dengan dukungan perabotan dari BNPB, Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta sejumlah lembaga kemanusiaan.

Selain unit hunian, pemerintah juga menyediakan fasilitas dasar seperti akses air bersih dan listrik secara gratis untuk membantu meringankan beban warga selama masa pemulihan.

Saat ini, BNPB bersama sejumlah pihak masih mempercepat penyelesaian pembangunan huntara yang tersisa. 

Kolaborasi dilakukan dengan berbagai instansi, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta sejumlah lembaga kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Relief Box, Dedikasi Foundation, dan GPCI.

Tim gabungan menargetkan penyelesaian sisa 2.418 unit dari total kebutuhan 4.189 unit hunian sementara.

BNPB memperkirakan seluruh pembangunan huntara dapat rampung pada pekan kedua Maret 2026. Dengan percepatan tersebut, pemerintah berharap seluruh warga terdampak sudah dapat menempati hunian yang lebih layak menjelang Idulfitri tahun ini.

Selain pembangunan huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan bagi warga yang memilih menyewa tempat tinggal secara mandiri. 

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 1.933 KK telah menerima bantuan tersebut, sementara 898 KK lainnya masih dalam proses transisi dari tenda pengungsian ke huntara.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah juga telah menyiapkan rencana pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak. Program ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan tahan terhadap risiko bencana di masa depan.

Seiring dengan berpindahnya warga ke huntara, personel Tentara Nasional Indonesia secara bertahap mulai membongkar tenda pengungsian yang sebelumnya digunakan oleh para penyintas.

Kegiatan tersebut terlihat di beberapa lokasi, seperti kawasan Kantor DPRK, Kampung Karang Bundar, serta Desa Durian dan Desa Benua.

Di Kecamatan Karang Baru misalnya, dari total 142 unit huntara yang telah dibangun, sebanyak 129 unit sudah dihuni oleh warga.

Setiap unit huntara juga dilengkapi perlengkapan dasar seperti kasur, kompor beserta tabung gas, peralatan tidur, hingga kipas angin. Selain itu, paket sembako untuk kebutuhan 24 hari turut disalurkan guna memastikan ketahanan pangan warga selama masa transisi.

Pemerintah berharap percepatan pembangunan hunian sementara dan rencana pembangunan hunian tetap dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat pascabencana di Aceh Tamiang. Dengan demikian, warga terdampak dapat menjalani kehidupan yang lebih aman dan layak.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banjir 5 Meter di Periuk Tangerang, Brimob Polda Metro Bantu Evakuasi
• 2 jam laludetik.com
thumb
Modus Penipuan dan Dugaan Pencucian Uang Rp4 T di Koperasi BLN Jateng
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pererat Silaturahmi, Alumni SMAN 6 Makassar Angkatan 2002 Gelar Buka Puasa Bersama
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Duka Selimuti Pemakaman Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Ini Potret Sejumlah Rekan Artis
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Update Banjir Jakarta, 15 RT dan 2 Ruas Jalan Masih Terendam Siang Ini
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.