JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat, menyatakan seorang perempuan berinisial EO yang viral karena dimasukkan ke rumah sakit oleh suaminya sempat kembali untuk menjalani kontrol setelah pulang dari perawatan inap.
Keterangan tersebut disampaikan pihak manajemen rumah sakit untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial, termasuk tuduhan malapraktik maupun dugaan adanya suap dalam penanganan pasien.
Direktur Utama RS Soeharto Heerdjan, Soeko W. Nindito, mengatakan hubungan antara pasien dan pihak rumah sakit setelah masa perawatan berjalan baik tanpa adanya persoalan.
Baca juga: RS Soeharto Heerdjan Tolak Ungkap Kondisi Wanita Viral yang Dibawa Suami ke RSJ, Kenapa?
"Beberapa hari setelah pulang pasien itu diantar keluarganya ke sini lagi untuk kontrol. Tanggal 12 Februari pasien ke sini lagi kontrol, bersama suaminya. Jadi artinya memang pasien dengan rumah sakit enggak ada masalah gitu," ungkap Soeko dalam konferensi pers di RSSH, Senin (9/3/2026).
Menurut Soeko, narasi yang menyudutkan rumah sakit justru banyak muncul dari warganet yang tidak mengetahui konteks permasalahan secara utuh.
Ia menambahkan, EO sendiri telah menyampaikan melalui media sosial bahwa persoalan yang dialaminya berkaitan dengan konflik rumah tangga, bukan dengan pihak rumah sakit.
"Tetapi karena viralnya ini mungkin banyak juga orang yang spontan gitu menanggapi hal ini, tidak tahu latar belakangnya, sehingga menuduh rumah sakit melakukan kegiatan-kegiatan di luar regulasi yang ada," kata dia.
Pasien pulang dengan persetujuan DokterDokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) yang menangani EO, Ismoyo, juga mengonfirmasi kronologi perawatan pasien tersebut.
Ia menjelaskan EO mulai dirawat sejak masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada 31 Januari 2026 dan menjalani perawatan hingga akhirnya dipulangkan pada 6 Februari 2026.
Baca juga: RS Soeharto Heerdjan Buka Suara soal Istri Dipaksa Masuk Rumah Sakit Jiwa oleh Suami
Ismoyo menegaskan, kepulangan EO pada tanggal tersebut dilakukan secara resmi karena kondisi pasien telah membaik dan mendapatkan persetujuan dokter. Ia meluruskan anggapan bahwa pasien dibawa pulang secara paksa oleh keluarganya.
"Pada saat pasien pulang ya, status pulang itu ada dua jenis, yang satu belum ACC dokter jadi itu atas permintaan keluarga. Tapi pada pasien ini sudah ACC dokter, jadi kondisi klinisnya memang perbaikan. Jadi istilahnya memang bukan sembuh, tetapi ada perbaikan," jelas Ismoyo.
Setelah dipulangkan dengan status kondisi membaik, EO kembali datang untuk menjalani kontrol di poliklinik rumah sakit sekitar satu minggu kemudian.
"Kemudian pasien hari ke-6 atau hari ke-5 itu kan kontrol di poli. Itu kondisinya juga cukup stabil diantar suaminya. Ada tanggal 12 Februari kontrol poli. Jadi sejauh ini belum ada kontrol lagi, kalau ke sini nggak, kalau ke (rumah sakit) lain kita nggak tahu," ucapnya.
Penjelasan dokter soal gangguan mentalIsmoyo juga menanggapi anggapan sebagian warganet yang meragukan kondisi mental EO karena ia masih aktif menggunakan media sosial dan mengunggah berbagai postingan terkait polemik yang terjadi.
Menurut Ismoyo, pasien dengan gangguan kesehatan mental memiliki dinamika kondisi yang berbeda-beda.
Baca juga: Viral Istri Dimasukkan ke RSJ oleh Suami, Kenapa Tangan dan Kakinya Diikat?





