Presiden Prabowo Subianto terlibat dialog dengan seorang siswi di Nias, Sumatera Utara, bernama Yamisa Zebua. Dalam kesempatan itu, Yamisa menyampaikan harapannya ingin kuliah di Fakultas Kedokteran kepada Presiden Prabowo.
Yamisa mengaku terkendala biaya dan kondisi ekonomi keluarga. Mendengar hal itu, Prabowo pun membuka peluang bagi Yamisa untuk dapat melanjutkan pendidikan.
“Saya ingin melanjutkan studi tapi orang tua saya tidak mampu pak, orang tua saya tidak mampu. Saya ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi,” kata Yamisa, dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/3).
Saat ditanya jurusan yang ingin diambil, Yamisa menyebut ingin kuliah kedokteran.
“Di kedokteran pak,” ujarnya.
Prabowo kemudian merespons dengan menawarkan agar Yamisa mengikuti proses tes terlebih dahulu.
“Kedokteran. Ya sudah nanti kamu nanti dites ya,” kata Prabowo.
Yamisa juga meminta agar tiga temannya yang turut hadir dapat diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Iya pak, sekalian teman-teman saya yang tiga orang ini ingin melanjutkan studi pak,” kata Yamisa.
Prabowo mengatakan kemungkinan tersebut terbuka, namun menekankan pentingnya belajar dengan sungguh-sungguh.
“Iya, insya Allah semua ya. Tapi harus belajar yang benar ya. Nilainya harus bagus ya. Jangan pacaran dulu. Iya katanya mau studi,” kata Prabowo.
“Iya nanti danrem coba catat ya, karena dia bagaimana pun dia punya keberanian dan punya leadership kemarin itu. Langsung lapor ke saya lewat TikTok ya,” lanjutnya.
Prabowo juga meminta agar nama-nama teman Yamisa dicatat untuk ditindaklanjuti.
“Yamisa Zebua, nanti teman-temanmu dicatat lagi juga nama-namanya ya. Belajar yang benar ya. Salam orang tua,” kata Prabowo.
Yamisa sebelumnya sempat viral di media sosial TikTok setelah menyampaikan keluhan kepada Prabowo terkait akses menuju sekolahnya yang harus melewati sungai.
Prabowo pun kemudian membangun jembatan bailey di Desa Sifalago, Nias, sehingga para siswa kini dapat melintas dengan lebih aman.
Prabowo juga mengingat kembali momen saat video Yamisa viral tersebut.
“Saya ingat nih, wajah-wajah yang dulu viral ya, yang di pinggir sungai kan dulu. Yang basah ya,” kata Prabowo.
Yamisa pun menyampaikan terima kasih atas pembangunan jembatan tersebut.
“Izin pak Presiden, terima kasih atas semua bantuan yang telah bapak berikan kepada kami. Sekarang kami tidak membuka sepatu lagi kalau kami pergi ke sekolah. Sekali lagi terima kasih bapak Presiden,” ujar Yamisa.
Prabowo juga memuji keberanian Yamisa yang menyampaikan langsung keluhan melalui media sosial hingga akhirnya mendapat perhatiannya.
“Berani sekali kau teriak-teriak ke Presiden ya,” seloroh Prabowo.
“Tapi justru karena kau teriak-teriak, aku langsung dengar. Alhamdulillah terima kasih, oke bagus. Ini ada bakat jadi pemimpin yang baik ini Yamisa ini,” kata Prabowo.
Harap MBG Masuk ke Sekolahnya
Yamisa kemudian meminta izin untuk menyampaikan keluhan tambahan. Ia menjelaskan program MBG (Makan Bergizi Gratis) belum sampai di sekolahnya.
“Tentang MBG pak. MBG-nya masih belum sampai di sekolah kami. Orang tua kami tidak mampu membiayai makanan kami,” kata Yamisa.
Mendengar hal itu, Prabowo menanyakan kepada pemerintah daerah terkait pelaksanaan program tersebut.
“Pak Bupati, gimana? Tapi ada yang bilang MBG nggak perlu, katanya MBG nggak bagus,” ujar Prabowo.
Yamisa kemudian menanggapi pernyataan tersebut.
“Siapa bilang, itu bohong pak. Bohong,” kata Yamisa.
Prabowo pun menyatakan akan memperjuangkan agar program MBG segera menjangkau sekolah tersebut.
“Oke kita perjuangkan ya supaya segera MBG sampai ke sana,” kata Prabowo.
“Terima kasih, jadi kalian merasakan perlu MBG ya? Tapi banyak ada orang pintar-pintar di Jakarta mengatakan nggak perlu MBG katanya. MBG buang-buang uang katanya,” ujarnya.
Selain itu, Yamisa juga menyampaikan keluhan terkait kondisi infrastruktur di daerahnya, termasuk jalan menuju sekolah dan fasilitas pendidikan.
“Pak izin, mau mengeluh lagi. Jalan kami dari Kecamatan Gomo menuju Boronadu jalannya semuanya hancur. Kami ingin dibangun pak. Tolong kepada bapak Presiden,” kata Yamisa.
Ia juga menyebut kondisi bangunan sekolahnya yang rusak.
“Dan begitu juga gedung kami di SMK Negeri 1 Boronadu semua pada roboh pak. Begitu juga lapangannya pak. Saya ingin dibangun. Mohon ada perhatian khusus untuk kami,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo mengatakan akan memperjuangkan permintaan tersebut.
“Iya, kita berjuang. Terima kasih,” kata Prabowo.





