Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan kebijakan Working From Anywhere (WFA) akan diterapkan menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah guna mengurangi kepadatan arus mudik dan arus balik.
Tito menjelaskan penerapan WFA memberikan fleksibilitas bagi aparatur pemerintah untuk bekerja dari lokasi mana pun sehingga mobilitas masyarakat dapat tersebar dan tidak menumpuk pada waktu tertentu.
Kebijakan tersebut akan berlaku pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026, dengan pengaturan teknis diserahkan kepada masing-masing kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“Itu harus diatur oleh kepala daerah masing-masing, kementerian dan lembaga masing-masing. Artinya akan ada masa panjang dari tanggal 16 sampai 27 Maret. Saya tidak mengatakan libur, tetapi Working From Anywhere,” ujar Tito dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi dan kesiapan pemerintah daerah menghadapi Idulfitri 1447 H yang digelar secara hybrid dari Aula Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Senin, 9 Maret 2026.
Menurut Tito, kebijakan tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran, mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.
Selain itu, ia menegaskan pemerintah daerah harus tetap memastikan pelayanan publik berjalan optimal meskipun terdapat fleksibilitas pola kerja.
Tito juga mengingatkan kepala daerah agar tetap berada di wilayah masing-masing selama momentum Lebaran guna memastikan kesiapan layanan publik, pengendalian inflasi, serta keamanan masyarakat selama masa mudik dan arus balik.
Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Forkopimda, aparat keamanan, serta instansi terkait untuk memastikan kelancaran transportasi, ketersediaan bahan pokok, dan pengamanan kawasan wisata selama periode libur Lebaran.
Editor: Redaktur TVRINews





