Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Proses pembersihan lumpur pascabencana di tiga provinsi di Pulau Sumatera terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Hingga awal Maret 2026, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera bersama sejumlah lembaga terkait mempercepat penanganan di berbagai wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera Amran mengatakan pembersihan lumpur merupakan tahap penting dalam proses rehabilitasi pascabencana karena berkaitan langsung dengan pemulihan aktivitas masyarakat.
“Pembersihan lumpur merupakan bagian dari tahap rehabilitasi pascabencana yang bertujuan untuk memulihkan akses masyarakat serta memastikan fasilitas publik dapat kembali berfungsi,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Berdasarkan data terbaru Satgas PRR per 9 Maret 2026, dari total 508 lokasi yang menjadi sasaran pembersihan lumpur di tiga provinsi terdampak, sebanyak 406 lokasi telah berhasil dibersihkan atau sekitar 80 persen. Sementara itu, 102 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan.
Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah titik pembersihan terbanyak. Dari total 455 lokasi yang menjadi target, sebanyak 366 lokasi telah selesai dibersihkan, sedangkan 89 lokasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Di Sumatera Utara, pembersihan dilakukan di 24 lokasi. Sebanyak 11 lokasi telah selesai ditangani dan 13 lokasi lainnya masih dalam proses.
Adapun di Sumatera Barat, pembersihan lumpur telah rampung sepenuhnya. Seluruh 29 lokasi terdampak berhasil dibersihkan atau mencapai progres 100 persen.
Amran juga mencontohkan sejumlah fasilitas pendidikan di Aceh Timur yang telah selesai dibersihkan sepenuhnya, baik di dalam bangunan maupun di area sekitarnya.
“Beberapa sekolah seperti SD Lokop dan SMP di Kecamatan Lokop, Aceh Timur, misalnya, sudah dibersihkan 100 persen, baik di dalam ruangan maupun di lingkungan sekolah,” kata Amran.
Satgas PRR memastikan proses rehabilitasi pascabencana akan terus dipercepat agar aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali berjalan normal.
Editor: Redaktur TVRINews





