JAKARTA, KOMPAS.com - Pengendara sepeda motor di Jakarta mengeluhkan kondisi jalan berlubang yang sering menimbulkan kerusakan pada kendaraan dan risiko kecelakaan.
Salah satunya adalah Dedi (40), yang kerap melintas di kawasan Pancoran, Cawang, dan Tebet.
“Banyak ngaruhnya ya, terutama ya pasti bagian depan itu udah enggak enak banget dirasa. Entah komstir, entah velg, atau bisa juga ban pecah,” ujar Dedi saat ditemui Kompas.com di Jalan MT Haryono, Senin (9/3/2026).
Kerusakan sering terjadi ketika pengendara melaju cepat dan tidak sempat melihat lubang di jalan.
Baca juga: Diduga Jual Tramadol, Toko di Pasar Rebo Dilempari Petasan oleh Warga
Ban depan yang lebih dulu masuk ke lubang membuat pengendara sulit menyeimbangkan diri, terutama ketika berada di belakang mobil.
“Kena lubang sering. Posisi kan kita lagi di motor, di belakang mobil itu udah enggak sempat ngerem. Jedak, waduh kenceng banget itu kenanya,” tambahnya.
Keadaan semakin berbahaya saat hujan di malam hari, karena penerangan di Jalan MT Haryono cukup minim.
Dedi pun mendesak pihak berwenang untuk memperbaiki jalan demi keselamatan masyarakat.
“Ya intinya mah materialnya aja sih, kalau bisa mah dibagusin,” ujarnya.
Baca juga: Perhiasan Rp 300 Juta Hilang di Jakbar: Dikira Hal Gaib, Ternyata Dicuri Sahabat Sendiri
Kecelakaan Terjadi karena Jalan TergenangBelum lama ini, kecelakaan tunggal terjadi di Jalan MT Haryono pada Minggu (8/3/2026).
Pengendara AR (28) tidak melihat lubang yang tertutup genangan air saat hujan.
“Diduga memasuki lubang yang tertutup genangan air, sehingga mengalami kecelakaan tunggal,” jelas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, Senin (9/3/2026).
Akibatnya, AR mengalami luka robek di dahi, dagu, dan kaki. Sepeda motornya juga rusak, mulai dari lampu utama retak, stang bengkok, hingga cover body pecah.
Baca juga: JPO Transjakarta Kemayoran Disebut Jadi Tempat Tidur Tunawisma
Jalan Rusak karena Material Kurang Berkualitas dan Minim PengawasanKreator konten fasilitas umum Jakarta, Ijoel, menyebutkan jalan rusak di Jakarta umumnya disebabkan oleh material yang kurang berkualitas serta minimnya pengawasan rutin.
“Pengawasan dilapangan mesti ada secara rutin, kualitas (material) aspal serta implementasi perbaikan mesti diperhatiin supaya yg terbaik hasilnya,” ujar Ijoel.
Ijoel menekankan agar pemerintah memperhatikan kualitas jalan di seluruh Jakarta, bukan hanya di pusat kota seperti Sudirman-Thamrin.
“Karena Jakarta cukup luas, bukan cuma Sudirman-Thamrin yang diperhatiin dan dibanggain,” tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




