PT Pertamina (Persero) terus memantau secara intensif perkembangan kondisi dua kapal tanker miliknya yang saat ini masih terjebak di tengah memanasnya situasi geopolitik di Selat Hormuz.
Fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh pekerja dan keamanan aset negara tersebut agar dapat segera melanjutkan perjalanan menuju tanah air.
Sekretaris Perusahaan Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyatakan bahwa pihaknya melakukan koordinasi tanpa henti dengan berbagai instansi terkait untuk mencari jalan keluar terbaik.
"Kami terus monitor perkembangan dari Selat Hormuz dan tentunya kami mengedepankan koordinasi dengan teman-teman dari kementerian dan lembaga terkait," ujar Arya kepada awak media di Jakarta, Senin (9/3).
Pertamina juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh yang diberikan oleh pemerintah, terutama Kementerian Luar Negeri, dalam upaya mengawal posisi kapal-kapal tersebut.
Dukungan diplomatik dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga integritas aset dan keselamatan kru yang bertugas di wilayah konflik.
Terkait kondisi tim di lapangan, Arya meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi atau pergerakan kapal dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
"Harapan kami adalah keselamatan dari aset dan juga pekerja kita yang di sana. Kami terus monitor dan kami upayakan yang terbaik untuk mereka," tambahnya.
Hingga saat ini, komunikasi aktif masih terus dijalankan antara manajemen pusat dengan tim yang berada di atas kapal. Pihak Pertamina memastikan akan terus memberikan informasi terbaru secara berkala seiring dengan perkembangan di lapangan.
"Kami jalanin komunikasi, juga koordinasi, tentunya saling update, dan sampai saat ini kami terus memonitor perkembangan. Jadi masih dalam pengawasan kami," tutup Arya.





