REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan 25 juta penduduk Jawa Barat diprediksi bakal melakukan pergerakan pada arus mudik Lebaran 2026. Mereka memprediksi bakal terjadi peningkatan signifikan pemudik yang melakukan mudik.
"Lima puluh persen orang Jawa Barat akan melakukan pergerakan mudik atau pulang kampung. Jadi kurang lebih ada 25,1 juta (orang) akan melakukan perjalanan dan 25,6 jutanya lagi tidak akan melakukan perjalanan," ucap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar, Senin (9/3/2026).
Baca Juga
Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Jadi 3 Orang, Penyebab Rem Blong
Jasa Penukaran Uang Mendulang Cuan Jelang Lebaran, Untung Bisa Sampai Ratusan Juta Rupiah
Ratusan Rumah di Kota Cimahi Rusak Tersapu Angin Puting Beliung
Ia mengatakan pergerakan arus mudik terbesar bakal terjadi di wilayah Kabupaten Bogor. Sebanyak 4,2 juta lebih pemudik bakal melakukan perjalanan dari wilayah itu. "Bekasi dan sekitarnya termasuk di situ ada Kota Bandung. Tapi kalau kita lihat di sini (dari hasil survei), kebanyakan itu dari Bogor dan sekitarnya," kata dia. .rec-desc {padding: 7px !important;} Ia melanjutkan tujuan terbesar pergerakan arus mudik diprediksi menuju Garut dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Bandung, Bandung Raya dan Kabupaten Tasik. Dishub Jabar, kata dia, telah menyiagakan ribuan personel di kabupaten dan kota, provinsi, kementerian untuk melakukan pengamanan. Mereka akan melakukan penjagaan di lokasi rawan macet, rawan kecelakaan dan potensi rawan bencana akibat cuaca ekstrem. "Kurang lebih sekitar 4.200 (petugas) gabungan," kata dia. Ia berharap arus mudik tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Pihaknya mulai bergerak ke lapangan sejak 14 Maret hingga 29 Maret mendatang.