Ekspor Toyota Indonesia ke 100 Negara Tembus 3,15 Juta Unit

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Ekspor mobil yang dilakukan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) terus menunjukkan pertumbuhan. Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menyampaikan, hingga jelang akhir 2025 total ekspor kendaraan Toyota dari Indonesia telah mencapai 3 juta unit.

Menurut Nandi, capaian tersebut merupakan hasil perjalanan panjang industri Toyota di Indonesia yang dimulai sejak lebih dari lima dekade lalu. Ia menjelaskan, pada awal kehadirannya pada 1971, Toyota di Indonesia masih berfokus pada penjualan kendaraan secara utuh atau completely built up (CBU).

"Kemudian mulai dengan perakitan lokal, lalu manufacturing lokal. Bedanya perakitan dan manufacturing, kalau perakitan semua barang dari impor kemudian dirakit atau jahit, kalau manufaktur sudah produksi lokal part-nya," terang Nandi saat ditemui di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Perkembangan tersebut terus berlanjut hingga pada 1987 Indonesia mulai dijadikan basis ekspor kendaraan Toyota ke berbagai negara. Sejak saat itu, kapasitas produksi dan jaringan ekspor dari Indonesia terus diperluas.

“Tahun 1987 mulai menjadi base ekspor, sampai sekarang atau tahun ini masuk ke elektrifikasi juga, lokalisasi elektrifikasi part dan sudah ekspor ke 100 negara. Dan Alhamdulillah tahun ini Oktober lalu 3 juta unit, sekarang 3,15 juta dan kami akan terus meningkatkan ekspor dan domestik demand,” lanjutnya Nandi.

Nandi menambahkan, kinerja ekspor Toyota dari Indonesia juga masih mencatatkan pertumbuhan. Secara tahunan, ekspor kendaraan mengalami kenaikan sekitar 7 persen secara Januari year on year.

"Sementara elektrifikasi naik 11 persen khususnya hybrid. Bukan hanya domestik, tetapi ekspor menjadi sesuatu yang mulai diminati karena kami lihat perkembangannya bagus. Sehingga kecuali Veloz Hybrid karena masih domestik dulu, Veloz luar biasa, Januari-Februari kami genjot produksinya," tambahnya.

Selain kendaraan konvensional, ekspor kendaraan elektrifikasi juga mulai meningkat. Ia menyebut, pertumbuhan ekspor kendaraan elektrifikasi, khususnya model hybrid, bahkan tercatat naik sekitar 11 persen secara tahunan.

Toyota sendiri saat ini mengekspor kendaraan dari Indonesia ke hampir 100 negara. Ke depan, perusahaan akan terus meningkatkan kontribusi ekspor sekaligus menjaga permintaan domestik agar tetap stabil di tengah dinamika pasar otomotif global.

Sepanjang 2025 kemarin, TMMIN merampungkan ekspor mobil sebanyak 298.457 unit, naik dibanding 2024 yang mencapai 276.089 unit. Capaian tersebut berkontribusi besar terhadap ekspor mobil nasional sebesar 60 persen.

Secara kumulatif, sejak tahun 1987 hingga akhir tahun 2025, Toyota Indonesia telah mengekspor 3.151.794 unit kendaraan karya anak bangsa ke lebih dari 100 negara di kawasan Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, dan Oseania.

Produk impor langsung (CBU) yang diekspor Toyota Indonesia berupa mobil konvensional dan elektrifikasi berupa hibrida (Hybrid Electric Vehicle/HEV). Model yang paling sering dikapalkan ada Kijang Innova Zenix ICE dan HEV, Veloz, Fortuner, Yaris Cross HEV dan ICE.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tinggal 1 Hari, Manfaatkan Promo Ramadhan 50 Persen Tambah Daya Listrik via PLN Mobile
• 18 jam laluterkini.id
thumb
Kulit Kusam Saat Ramadan, Intip Rekomendasi Treatment dari Dokter Kecantikan!
• 5 jam laluherstory.co.id
thumb
Prabowo Beri Siswi Nias Kans Kuliah: Belajar yang Benar, Jangan Pacaran Dulu
• 10 jam laludetik.com
thumb
Masalah Tambang Rakyat Dinilai Kompleks, Kapolda Papua Barat Usulkan Tim Khusus
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
China Pasang Badan Buat Mojtaba Khamenei, AS-Israel Kena Semprot
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.