Jakarta, CNBC Indonesia - Data dan laporan sejumlah lembaga internasional menunjukkan bahwa rata-rata Intelligence Quotient (IQ) masyarakat Iran termasuk yang tertinggi di dunia.
Berdasarkan data international iq test 2026, Iran menempati peringkat empat dunia dengan IQ rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan Israel.
Menurut laporan tersebut, rata-rata IQ Iran pada 2026 tercatat 104,8 turun dibanding skor sebelumnya 106,3 pada 2025, namun peringkatnya melonjak cukup tajam dari posisi 7 pada 2025, ke posisi 4 dunia pada 2026.
Data ini terakhir diperbarui pada 1 Januari 2026 dan berasal dari 1.212.714 peserta yang mengikuti tes IQ yang sama di platform tersebut selama 2025. Tes tersebut distandarisasi dengan rata-rata (mean) 100 dan deviasi standar 15.
Iran juga menjadi salah satu negara penghasil insinyur terbanyak di dunia.
Iran berada di peringkat lima dengan lebih dari 230.000 lulusan teknik setiap tahun. Universitas Teknologi Amirkabir dan Universitas Sharif di Teheran dikenal hingga ke luar Iran karena kualitas pembelajarannya, terutama di jurusan teknik.
Revolusi Iran tahun 1979 menyingkirkan monarki yang didukung Barat, sekaligus mengakhiri sistem ketergantungan ke luar negeri.
Sejak tahap awal revolusi, dan hal ini masih berlanjut hingga sekarang, pemerintah benar-benar berinvestasi besar pada pendidikan, sebagian untuk mengatasi ketimpangan.
Investasi tersebut menjadi semakin penting setelah perang Iran-Irak yang berdarah, yang dilancarkan oleh Saddam Hussein (1980-1988). Masyarakat Iran saat itu sangat membutuhkan insinyur, lebih dari apa pun. Iran pun memperbaiki pendidikan dengan bertumpu pada pengetahuan, sains, dan keahlian teknis.
Dilansir dari beberapa sumber artikel, tingginya skor IQ ini biasanya dikaitkan dengan beberapa faktor utama, yaitu:
1. Sistem pendidikan yang kuat
Iran dikenal memiliki sistem pendidikan yang cukup kuat, terutama dalam bidang sains dan ilmu dasar. Pemerintah selama beberapa dekade terakhir juga berinvestasi besar dalam sektor pendidikan, termasuk membangun sekolah di wilayah pedesaan serta meningkatkan kualitas pelatihan guru. Dukungan ini membantu memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.
2. Budaya keluarga yang menekankan pendidikan
Dalam masyarakat Iran, pendidikan memiliki posisi yang sangat penting. Banyak keluarga mendorong anak-anak mereka untuk berprestasi secara akademik sejak usia dini. Lingkungan keluarga yang menempatkan ilmu sebagai nilai utama diyakini ikut membentuk kemampuan intelektual masyarakat.
3. Tingginya tingkat bilingualisme
Banyak masyarakat Iran terbiasa menggunakan lebih dari satu bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan bilingual ini dinilai dapat melatih otak untuk berpikir lebih fleksibel, meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, serta memperkuat fungsi kognitif yang juga diukur dalam berbagai tes IQ.
4. Perbaikan layanan kesehatan dan nutrisi
Peningkatan kualitas layanan kesehatan serta akses terhadap nutrisi yang lebih baik turut mendukung perkembangan kognitif masyarakat. Asupan gizi yang cukup sangat penting bagi perkembangan otak, terutama pada masa pertumbuhan anak. Pemerintah Iran juga menerapkan berbagai program untuk mendukung keluarga berpenghasilan rendah, termasuk subsidi bahan pendidikan dan peningkatan kualitas sekolah negeri.
5. Konkur persaingan ketat dalam pendidikan tinggi
Iran memiliki sistem ujian masuk universitas yang sangat kompetitif karena hanya sekitar 10% peserta yang berhasil masuk universitas negeri, sistem ini dikenal dengan nama Konkur. Sistem seleksi yang ketat ini membuat pelajar harus mempersiapkan diri secara matang dan menguasai berbagai bidang akademik, terutama di bidang STEM seperti teknik dan kedokteran.
6. Warisan tradisi intelektual Persia
Iran juga memiliki sejarah panjang dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Sejak era Persia kuno, wilayah ini dikenal melahirkan banyak ilmuwan dan pemikir di bidang matematika, astronomi, dan filsafat. Tradisi intelektual tersebut membentuk budaya yang menghargai pemikiran ilmiah hingga saat ini.
Sejak era kuno, wilayah Persia sudah menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan. Sejumlah ilmuwan besar lahir dari kawasan ini dan memberikan kontribusi penting bagi perkembangan sains dunia.
Di antaranya adalah Nasir al-Din al-Tusi, ilmuwan yang dikenal atas kontribusinya di bidang astronomi dan matematika, serta Avicenna (Ibnu Sina) yang berpengaruh besar dalam ilmu kedokteran dan filsafat.
Warisan intelektual tersebut membentuk budaya yang menghargai logika, matematika, dan ilmu alam. Tradisi inilah yang kemudian turut mendorong kuatnya perkembangan pendidikan sains di Iran hingga saat ini.
7. Pengaruh Flynn Effect
Fenomena global yang dikenal sebagai Flynn Effect juga turut berperan. Tren ini menunjukkan bahwa skor IQ rata-rata dunia meningkat sekitar 2,31 poin per dekade. Negara yang mengalami peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup biasanya merasakan dampak tren ini secara lebih signifikan.
8. Tingkat literasi tinggi
Dalam beberapa dekade terakhir, Iran berhasil meningkatkan tingkat pendidikan secara drastis. Literasi dewasa di Iran mendekati 89% sementara pada generasi muda (15-24 tahun), tingkat literasi bahkan bisa mencapai sekitar 98-99%.
Ini menunjukkan sebagian besar generasi muda mampu membaca, menulis, dan mengakses pendidikan.
8. Investasi besar pada pendidikan
Sejak 1960-an, Iran menjalankan program besar untuk menghapus buta huruf, termasuk "Literacy Corps" yang mengirim lulusan sekolah ke desa-desa untuk mengajar masyarakat. Program ini membantu jutaan orang belajar membaca dan menulis.
9. Tradisi kuat di bidang sains dan teknik
Iran memiliki banyak mahasiswa di bidang teknik, matematika, fisika, dan kedokteran. Bahkan tingkat partisipasi pendidikan tinggi sempat melonjak tajam, dengan rasio mahasiswa yang relatif tinggi dibanding banyak negara lain.
10. Tekanan ekonomi dan sanksi
Karena ekonomi domestik terbatas akibat sanksi internasional, banyak anak muda Iran melihat pendidikan sebagai satu-satunya jalan mobilitas sosial. Akibatnya, mereka sangat fokus belajar.
source on Google



