PGN (PGAS) Beberkan Alokasi Capex US$353 Juta pada 2026

bisnis.com
20 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGN) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$353 juta pada tahun ini, meningkat sekitar 14% dibandingkan dengan 2025.

Sebagai Sub Holding Gas Pertamina, emiten gas berkode saham PGAS tersebut mengalokasikan capex untuk memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi serta mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus mengoptimalkan peran gas bumi sebagai energi transisi.

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyebut bahwa strategi perusahaan pada 2026 akan berfokus pada pertumbuhan yang terintegrasi, kredibel, dan berkelanjutan.

“Arah strategis PGN pada tahun 2026 difokuskan pada penguatan operasional, konsolidasi portofolio bisnis, serta ekspansi bisnis bernilai tambah secara selektif,” kata Arief, Senin (9/3/2026).

Seluruhnya, lanjut Arief, akan diimbangi dengan strategi keuangan yang disiplin serta komitmen penuh terhadap penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di setiap lini.

Sebagai upaya menghadirkan energi yang lebih dekat dan andal bagi masyarakat serta pelanggan industri, PGN mengalokasikan capex sebesar US$219 juta untuk pengembangan infrastruktur transmisi dan distribusi, baik pipeline maupun beyond pipeline seperti compressed natural gas (CNG) dan liquefied natural gas (LNG).

Baca Juga : Urgensi Pipa Gas Terkoneksi untuk Optimalisasi Gas Bumi

Sejumlah proyek prioritas meliputi customer attachment, perluasan jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah Sumatra dan Jawa, pembangunan Pipa Tegal–Cilacap dan perpanjangan Pipa Sei Mangkei, serta pengembangan terminal regasifikasi di Jawa Timur.

Di sisi lain, PGN juga melanjutkan pengembangan low carbon business sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang, termasuk inisiatif biomethane.

Sementara itu, di sisi hulu (upstream), PGN mengalokasikan capex sebesar US$134 juta untuk mengoptimalkan kinerja eksplorasi dan peningkatan lifting minyak dan gas bumi. Program utama mencakup kegiatan pengeboran (drilling) di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, Ketapang, dan Fasken, perpanjangan kontrak kerja sama (KKKS) di WK Pangkah, serta pelaksanaan survei dan pemrosesan seismik 3D.

“Untuk memastikan pencapaian target kinerja operasional, kami memperkuat aspek HSSE dengan target zero accident. Sementara untuk komitmen keberlanjutan, kami menargetkan pengurangan emisi sebesar 35.000 ton CO2 ekuivalen,” ujar Arief.

Adapun, kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi dinamika dan fluktuasi pasar energi. PGN terus mempererat sinergi dengan seluruh key stakeholders guna menjaga transparansi, keselarasan pemahaman terhadap ekspektasi pasar, serta prospek bisnis perusahaan ke depan.

Dengan fondasi sinergi yang kuat, PGN optimistis dapat terus adaptif dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan industri energi yang semakin dinamis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MyINDAH Diet Dorong Pola Makan Sehat Berbasis Pangan Lokal
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Tottenham: Head to Head, Susunan Pemain
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Tebar 1.447 Berkah Ramadan, BRI Region 12 Surabaya Salurkan Santunan untuk Anak Panti Asuhan
• 13 jam laluerabaru.net
thumb
Masih Belum Move On dari Megatron, KOVO Tiba-tiba Beri Kode Agar Megawati Hangestri Kembali ke Korea
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Pastikan stok BBM aman, Bahlil imbau masyarakat tak panic buying
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.