jpnn.com, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berharap perusahaan tidak hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga perlu membuka ruang agar pekerja dapat terus berkembang.
Menurut Yassierli, pekerja tidak seharusnya bertahun-tahun berada di posisi yang sama tanpa diberi kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan menyiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja.
BACA JUGA: Memasuki Usia 4 Tahun, NeutraDC Mengokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub
Dia pun menekankan pengembangan pekerja merupakan bagian penting dari hubungan industrial yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan.
Selain itu, Menaker Yassierli mengatakan membantu pekerja berkembang bukan semata bentuk kepedulian, melainkan juga strategi jangka panjang bagi perusahaan.
BACA JUGA: Soroti Bahaya Uap VOC di SPBU, Iskandar Desak Regulasi untuk Lindungi Pekerja
“Ini harus dipahami sebagai sebuah strategi. Ketika kita memampukan pekerja, ketika kita memberdayakan mereka, maka itu akan memberikan long-term effect bagi perusahaan dalam jangka panjang,” ujar Menaker Yassierli.
Dia menilai pekerja yang merasa didukung tidak hanya menjalankan tugas sebagai kewajiban akan memiliki memiliki keterikatan yang lebih kuat dengan tempatnya bekerja.
BACA JUGA: MAKI Desak KPK Lakukan Pemeriksaan Total dari Pemilik Hingga Pengguna Jasa
Hal ini sekaligus mendorong ketahanan perusahaan di tengah perubahan.
"Pekerja yang merasa didukung tidak hanya menjalankan tugas sebagai kewajiban, tetapi juga memiliki semangat, rasa memiliki, dan keinginan untuk memberi kontribusi lebih," jelasnya.
Karena itu, lanjut Menaker Yassierli, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang membuat pekerja merasa perannya berarti.
“Memberdayakan pekerja itu artinya membuat pekerjaan mereka menjadi meaningful. Mereka memiliki engagement, mereka memiliki semangat yang bahkan bisa melampaui sekadar menjalankan tugas mereka,” tegas Yassierli.
Menaker Yassierli juga menilai nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah perlu terus dihidupkan dalam hubungan antara pekerja dan perusahaan.
Dia mengungkapkan nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan sosial yang dapat menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika hubungan industrial ke depan.
“Ada yang hilang dari DNA kita. Kita ini bangsa yang punya semangat gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah. Menurut saya, DNA ini harus kita bangkitkan kembali,” ujar Menaker Yassierli.
Menaker Yassierli juga mengaku prihatin di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, masih ada pekerja yang telah mengabdi selama 10 tahun, bahkan 20 tahun, tetapi tidak mengalami perkembangan.
Menurutnya, keadaan semacam itu tidak boleh dianggap biasa, karena setiap orang memiliki potensi yang harus dibantu untuk tumbuh.
“Padahal manusia itu memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang,” ujarnya.
Karena itu, Menaker Yassierli menegaskan tugas perusahaan bukan hanya memberi pekerjaan, tetapi juga membantu pekerja mengenali potensi terbaiknya, memperluas keterampilannya, dan membuka kesempatan agar mereka dapat maju.
“Siapa pun punya potensi untuk berkembang. Tugas kita adalah membantu menemukan dan mengoptimalkan potensi itu,” tegas Yassierli kembali.
Sebagai contoh, Menaker Yassierli mendorong para pekerja di berbagai posisi untuk mempelajari hal-hal baru, termasuk keterampilan komputer.
Langkah tersebut, menurutnya, penting agar pekerja memiliki bekal untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan tidak selamanya berada pada titik yang sama.
“Driver saya dorong untuk belajar komputer. Satpam dan OB juga saya dorong untuk belajar komputer. Karena kita tidak ingin mereka selamanya hanya berada di posisi itu,” terangnya.
Lebih jauh, Menaker Yassierli mengingatkan dunia kerja ke depan akan dihadapkan pada tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi.
Dalam situasi seperti itu, kemampuan beradaptasi menjadi kunci, baik bagi pekerja maupun perusahaan.
“Tantangan ke depan itu tidak mudah. Ketidakpastian sekarang sangat tinggi. Karena itu agility menjadi kunci,” ungkapnya.
Menaker Yassierli berharap PT Jasa Marga dapat menjadi contoh perusahaan yang tidak hanya menjaga hubungan industrial tetap harmonis, tetapi juga sungguh-sungguh memanusiakan pekerja dan menyiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan.
“Saya berharap Jasa Marga bisa menjadi salah satu perusahaan yang menunjukkan contoh bagaimana perusahaan memanusiakan pekerja dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan ke depan,” harap Yassierli. (mrk/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bea Cukai Memperkuat Asistensi dan Monitoring Perusahaan MITA di Sidoarjo & Subang
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi




