Bahaya Microsleep Mengintai Pengendara Saat Mudik Lebaran, Simak Tips Menghindarinya

grid.id
14 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.IDBahaya microsleep mengintai pengendara saat mudik lebaran. Berikut ini tips menghindarinya.

Perjalanan mudik Lebaran 2026 menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Pada waktu ini, banyak orang beramai-ramai pulang ke kampung halaman untuk merayakan hari raya bersama keluarga tercinta.

Namun, perjalanan jauh yang memakan waktu lama kerap membuat pengemudi merasa kelelahan.

Kondisi tersebut berbahaya karena dapat memicu microsleep, yaitu keadaan ketika seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat tanpa disadari. Saat terjadi ketika mengemudi, kondisi ini dapat menimbulkan risiko kecelakaan yang serius.

Apa Itu Microsleep?

Microsleep merupakan periode tidur yang sangat singkat, biasanya berlangsung kurang dari 30 detik. Menurut penjelasan Dr. Winnugroho Wiratman, Sp.S., Ph.D dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), kondisi ini terjadi ketika sebagian bagian otak masih merespons rangsangan, sementara bagian lainnya sudah memasuki fase tidur.

Banyak pengemudi tidak menyadari saat mengalami microsleep, padahal dampaknya sangat berbahaya. Data menunjukkan sekitar 35 persen kecelakaan lalu lintas berkaitan dengan kondisi ini.

Bahkan, apabila microsleep terjadi lebih dari setengah waktu dalam periode empat menit, kemungkinan terjadinya kecelakaan menjadi sangat tinggi. Karena itu, penting bagi pengemudi untuk mengetahui cara mencegahnya, terutama saat musim mudik ketika lalu lintas cenderung padat dan perjalanan berlangsung lebih lama.

Penyebab Microsleep

Secara umum, microsleep dipicu oleh dua faktor utama:

1. Kelelahan

Perjalanan panjang dengan kondisi jalan yang monoton dapat membuat tubuh cepat lelah sehingga meningkatkan risiko tertidur sesaat.

 

2. Kurang tidur

Waktu istirahat yang tidak cukup sebelum berangkat dapat menyebabkan rasa kantuk berlebihan ketika berkendara.

Selain itu, beberapa kelompok orang memiliki risiko lebih tinggi mengalami microsleep, seperti:

- Individu yang memiliki gangguan tidur

- Lansia

- Penderita demensia

- Orang yang pernah mengalami cedera kepala

Tanda-Tanda Microsleep

Untuk menghindari risiko, pengemudi perlu mengenali gejala microsleep saat berkendara, di antaranya:

- Pandangan terlihat kosong

- Kepala tiba-tiba tertunduk tanpa disadari

 

- Gerakan tubuh tersentak secara mendadak

- Tidak mengingat aktivitas yang terjadi beberapa menit sebelumnya

- Selain itu, ada beberapa gejala lain yang bisa muncul, seperti:

- Sering menguap

- Sulit menjaga mata tetap terbuka

- Frekuensi berkedip semakin sering

- Konsentrasi menurun dalam waktu singkat

Jika gejala tersebut mulai terasa, sebaiknya segera menepi dan beristirahat untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Cara Mencegah Microsleep Saat Mudik Lebaran 2026

Agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

1. Tidur cukup sebelum berangkat

 

Pastikan Anda mendapatkan waktu tidur sekitar 7–8 jam sebelum melakukan perjalanan jauh agar kondisi tubuh tetap bugar.

2. Berhenti untuk beristirahat secara berkala

Setiap dua jam perjalanan, sempatkan berhenti di rest area untuk beristirahat sekitar 15–20 menit sekaligus meregangkan otot tubuh.

3. Berinteraksi dengan penumpang

Mengobrol dengan teman perjalanan dapat membantu mengurangi rasa kantuk selama berkendara.

4. Mengonsumsi minuman berkafein

Minuman seperti kopi atau teh bisa membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa mengantuk.

5. Mendengarkan musik yang energik

Memutar lagu dengan tempo cepat dapat membantu menjaga fokus ketika mengemudi.

6. Mengatur pola makan

Hindari makanan berat atau tinggi karbohidrat sebelum berkendara karena dapat memicu rasa kantuk.

 

7. Melakukan teknik pernapasan dalam

Menarik napas dalam-dalam dapat membantu meningkatkan suplai oksigen ke tubuh sehingga tetap terjaga.

8. Tidak menggunakan ponsel saat mengemudi

Tetap fokus pada jalan dan hindari gangguan yang dapat menurunkan konsentrasi.

9. Mengetahui batas kemampuan tubuh

Jika tubuh sudah terasa sangat lelah, jangan memaksakan diri untuk terus menyetir. Berhentilah sejenak hingga kondisi kembali pulih.

Keselamatan Harus Diutamakan

Microsleep bukanlah penyakit, tetapi kondisi yang bisa dicegah dengan pola hidup sehat dan kebiasaan berkendara yang baik. Perjalanan mudik seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan bersama keluarga, bukan justru menimbulkan risiko kecelakaan karena kurangnya kewaspadaan.

Karena itu, jangan memaksakan diri untuk terus mengemudi ketika tubuh sudah lelah. Keselamatan tetap menjadi hal yang paling utama dibandingkan kecepatan sampai di tujuan.

Semoga perjalanan mudik Lebaran 2026 Anda berjalan lancar, aman, dan menyenangkan. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejati Sulsel ungkap kecurangan pengadaan bibit nanas Rp50 miliar
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
55 Drama Korea Rating Tertinggi Sepanjang Masa Berbagai Genre
• 9 jam lalutheasianparent.com
thumb
Polisi Bongkar Kios Diduga Jual Obat Keras di Pasar Rebo Usai Video Petasan Viral
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Bingung Baru Pertama, Ini Cara Keluar dari Exambrowser di HP Android
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Identitas 3 Korban Tewas Kecelakaan Pikap Terguling di Kebumen, 8 Orang Luka-Luka
• 4 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.