FAJAR, MAKASSAR – Warga Sulawesi Selatan diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah tersebut selama tiga hari ke depan, mulai 10 hingga 12 Maret 2026.
BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini bagi 17 kabupaten dan kota untuk mengantisipasi ancaman banjir, tanah longsor, serta angin kencang.
Berdasarkan data terbaru dari BMKG, fenomena hidrometeorologi ini tidak hanya berpotensi membawa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, tetapi juga ancaman angin kencang yang tersebar merata di wilayah pesisir selatan dan barat Sulsel.
Titik Fokus Peringatan
Sejumlah wilayah kini ditempatkan dalam status Siaga, di antaranya meliputi Makassar, Gowa, Maros, Barru, Pangkep, Parepare, dan Takalar. Wilayah-wilayah ini diprediksi mengalami curah hujan tinggi yang berisiko memicu genangan air atau banjir.
Sementara itu, wilayah seperti Jeneponto, Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Pinrang masuk dalam status Waspada. Potensi angin kencang juga secara khusus dipantau di daerah pesisir, termasuk Wajo dan Bone, selama periode tersebut.
Langkah Preventif yang Disarankan
Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu ini, BMKG memberikan panduan praktis bagi masyarakat untuk meminimalisir risiko:
Jaga Kebersihan Lingkungan: Pastikan saluran drainase di sekitar rumah tidak tersumbat agar aliran air tetap lancar.
Keamanan Barang: Segera amankan dokumen penting dan barang berharga di tempat yang tinggi dan aman dari jangkauan air.
Hindari Area Rawan: Sebisa mungkin hindari bepergian atau beraktivitas di titik-titik yang memiliki riwayat rawan banjir maupun tanah longsor.
Pantau Informasi: Selalu ikuti perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat diharapkan untuk tidak mengabaikan imbauan ini, mengingat fluktuasi cuaca ekstrem berpotensi terjadi secara tiba-tiba di wilayah-wilayah yang telah dipetakan.





