Diserang AS-Israel, Iran Tetap Muat Minyak dari Terminal Kharg Island

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Iran dilaporkan tetap memuat minyak mentah ke kapal tanker di terminal Kharg Island pada Sabtu (7/3), sekitar sepekan setelah serangan udara AS dan Israel serta penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz.

Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah kegiatan pemuatan masih berlanjut, karena tidak ada citra satelit terbaru sejak saat itu.

Mengutip Bloomberg, dua kapal tanker jenis VLCC atau very large crude carrier, yang masing-masing mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak, terlihat bersandar di dermaga pemuatan di kedua sisi pulau tersebut. Informasi ini didapatkan dari citra satelit Copernicus Browser milik Uni Eropa yang diambil pada Sabtu (7/3) pukul 10.48 waktu setempat. Karena tidak ada citra terbaru yang mencakup Kharg Island setelah hari itu, maka belum jelas apakah terminal pemuatan tersebut masih beroperasi.

Citra yang sama pun memperlihatkan lima kapal VLCC dan dua kapal tanker jenis Suezmax, yang masing-masing mampu menampung sekitar 1 juta barel minyak mentah berlabuh di sisi selatan dan timur pulau tersebut.

Secara terpisah, Iran juga diketahui memuat minyak mentah dari terminal Jask yang berada di sisi timur Selat Hormuz.

Sebuah citra satelit yang mencakup pelabuhan tersebut dan diambil pada Kamis (5/3) menunjukkan satu kapal VLCC tengah mendekati titik sandar kapal laut.

Sementara itu, citra lain dari Minggu (8/3) yang diunggah di platform X oleh perusahaan yang memanfaatkan citra satelit untuk melacak pergerakan kapal, Tankertrackers.com, menunjukkan kapal yang sama telah bersandar di terminal tersebut.

Biasanya, kapal tanker yang terhubung dengan Iran tidak menyalakan sinyal pelacakan lokasi selama sebagian besar perjalanan mereka hingga mencapai Selat Malaka, setidaknya sekitar 10 hari setelah meninggalkan kawasan Teluk.

Menurut TankerTrackers.com, Iran tetap mengirimkan minyak mentah dalam jumlah besar melalui jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Iran Kirim Minyak dalam Jumlah Besar Lewat Selat Hormuz

Iran disebut telah melakukan pengiriman minyak mentah dalam jumlah besar melalui Selat Hormuz. Hal ini merupakan laporan dari citra satelit TankerTrackers.

Dikutip dari Bloomberg pada Selasa (10/3), pendiri TankerTrackers, Samir Madani menyebut setidaknya Iran sudah mengirim 11 sampai 12 juta barel minyak lewat Selat Hormuz sejak dimulainya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran pada 28 Februari lalu.

Adapun TankerTrackers merupakan perusahaan yang memantau citra satelit untuk mengamati pergerakan kapal. Perusahaan tersebut juga tetap bisa memantau kapal meski kapal mematikan transponder digital.

Pada Senin (9/3), harga minyak dunia sudah melonjak hingga USD 120 per barel. Kenaikan harga itu disebabkan oleh adanya hambatan pada aktivitas pengiriman lewat Selat Hormuz sejak perang dimulai.

Dengan adanya perang, sebagian besar negara produsen minyak di kawasan Teluk Persia tidak dapat mengirim pasokan mereka ke pasar global. Hal ini juga membuat produsen menekan tingkat produksi.

Akibat terganggunya Selat Hormuz, sebelumnya Saudi Aramco menawarkan alternatif pasokan minyak mentah untuk pengiriman segera.

Saat ini, Saudi Aramco tidak dapat menjual sebagian besar minyaknya melalui jalur konvensional Selat Hormuz karena biasanya hanya memasok minyak mentah melalui kontrak jangka panjang.

Sebagai gantinya, Saudi Aramco mengalirkan volume minyak dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui pipa menuju Yanbu di Laut Merah.

Terdapat tiga jenis minyak yang ditawarkan Saudi Aramco adalah Arab Extra Light, Arab Heavy dan Arab Light. Dalam beberapa hari terakhir, Saudi Aramco sudah menawarkan sekitar 4,6 juta barel dari berbagai jenis minyak tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua DPD RI Sultan Apresiasi TNI Terlibat Aktif Dalam Pembangunan Jembatan dan Pemulihan Bencana Banjir Sumatra
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Kronologis Lengkap Penumpang Muslim Ditangkap SWAT Gegara Timer Buka Puasa di Kabin Pesawat
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Rusia Ajukan Rancangan Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk Dorong Gencatan Senjata di Timur Tengah
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Tak Masuk Jawaban AI? Ini Risiko Baru bagi Brand
• 8 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Alfamart (AMRT) Habiskan Dana Rp812 Miliar untuk Buyback Saham
• 13 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.