JAKARTA – Pemimpin Tertinggi Iran yang baru dipilih, Mojtaba Khamenei, dilaporkan terluka akibat serangan, menurut siaran televisi Iran. Mojtaba, 56 tahun, dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Minggu (9/3/2026), menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel di awal perang.
Laporan tersebut menyebut Mojtaba sebagai 'janbaz', yang berarti terluka oleh musuh, selama “Perang Ramadan,” sebutan untuk konflik yang saat ini berlangsung di Iran.
Tidak ada detail mengenai bagaimana ia terluka, meskipun istri dan ayahnya tewas dalam serangan Israel di Teheran pada hari pertama konflik.
Israel sebelumnya menyatakan akan “menyingkirkan” siapa pun yang menggantikan almarhum Ayatollah Ali Khamenei, serta memperingatkan akan “mengejar setiap penerus” Ali Khamenei.




