Polisi mengultimatum Perusahaan Otobus (PO) bus yang masih nekat ngetem di pintu keluar Terminal Purabaya meski sudah ditilang, akan diusulkan untuk pembekuan izin trayek.
AKP Yudhi Anugrah Putera Kasat Lantas Polresta Sidoarjo menyebut, hingga hari ini, Selasa (10/3/2026) sudah ada 8 bus dan 2 angkutan umum yang ditilang di tempat. Selanjutnya skema sanksi lebih berat bagi PO bus yang tidak kapok, akan diberikan surat peringatan pembekuan izin trayek.
“Kami pastikan kami koordinasi dengan Kementerian PU, kepala terminal, dan segala instansi inginnya ini cepat selesai. Mohon ke seluruh pihak untuk bekerja sama. Otomatis bus tidak akan berhenti sehingga penumpang masuk ke dalam. Kami kordinasi dengan dishub misal ada PO yang sudah ditilang tidak mengindahkan, kami akan surat peringatan akan kami bekukan izin trayeknya,” bebernya.
Penilangan yang akhirnya dilakukan setelah sosialisasi sejak 1 Maret 2026 seiring perbaikan jalan depan pintu keluar terminal sisi Jalan Waru Sidoarjo itu diharapkan bisa memberi efek jera.
“Saya izin ultimatum ke PO bus tolong orang-orang di depan terminal jangan ajak (angkut) masyarakat di depan. Kenyataannya ada. Kami pastikan komitmen ke PO izin trayek akan kami usulkan dicabut. Calo kita mengimbau masuk, kalau tetap bekerja, berarti ada arahan dari PO,” jelasnya.
Untuk menghalau bus yang ngetem dan menyebabkan kemacetan di Jalan Waru, 50 personel Sat Lantas Polresta Sidoarjo dikerahkan untuk penjagaan dan patroli.
“Kami sudah bagi shift per 2 jam, 10 personel yang bertugas. Sampai tanggal 12 kami komitmen terus ada penjagaan di depan terminal dan titik lain yang menyebabkan kepadatan. Total personel 50 orang,” tegasnya.
Meski hari ini jumlah penumpang maupun bus yang ngetem di pintu keluar turun 70%, polisi tetap siaga di lokasi dan menyisir titik lainnya untuk mencegah perpindahan titik ngetem.
“Kami sudah membagi anggota di titik-titik kepadatan arus, kami fokuskan di depan terminal yang jadi inti permasalahan. Kami terus patroli ke titik itu, perbandingannya masih lebih menyebabkan kepadatan di depan terminal tapi kami akan tambah anggota,” tutupnya. (lta/ham)




