Solusi Urai Macet, BBPJN Sulsel Lanjutkan By Pass Mamminasata

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan melanjutkan pembangunan By Pass Mamminasata tahun ini. Pembebasan lahan tengah dikebut.

BBPJN Sulsel menggelar rapat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel yang dihadiri langsung oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Pemerintah Kabupaten Maros oleh Wakil Bupati Andi Muetazim Mansyur, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 9 Maret 2026.

Rapat tersebut salah satunya membahas kelanjutan pembangunan By Pass Mamminasata, di Maros.

“By Pass kita mau lanjutkan sampai section 3 supaya bisa fungsional jalannya sampai wilayah section 3, mudah-mudahan nanti bisa mengurai kemacetan arus ke Makassar,” ujar Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Kepala BBPJN Sulsel Indra Cahya Kusuma menjelaskan bahwa saat ini fokus utama adalah pembebasan lahan sebelum melanjutkan pembangunannya. Ia menyebut bahwa Pemprov telah mengalokasikan anggaran tahun ini.

“Kalau Bypass Mamminasata, provinsi sudah alokasikan Rp96 m di Disperkimtan untuk penbebasan lahannya,” kata Indra.

Indra mengemukakan bahwa pada dua tahap sebelumnya, By Pass Mamminasata telah terbangun sepanjang 3,9 km. Selanjutnya meneruskan ke tahap 3 dan 4, di mana juga telah terbangun sebanyak tiga buah jembatan.

Untuk tahap 3 ini ada beberapa ruas lahan yang harus dibebaskan oleh Pemprov Sulsel. Kendala yang terjadi saat ini adalah karena Pemprov harus menginventarisasi kembali lahan mana yang sudah dibebaskan.

Karena, sifat lahan yang dibebaskan berspot-spot, bukan satu ruas panjang sekaligus.

“3 tahun lalu sudah dilaksanakan, sekarang dikumpulkan data mana yang sudah dibayarkan supaya tidak terjadi dua kali pembayaran,” bebernya.

Proyek By Pass Mamminasata dimulai sejak tahun 2015 sebagai PSN. Namun, sempat mandek pada tahun 2018.

Proyek dengan panjang 48,12 kilometer ini kemudian dicoret dari daftar PSN. Proyek infrastruktur kawasan aglomerasi Sulsel ini dicoret karena dinilai sulit rampung di 2024.

Namun, pembangunannya tetap dilanjutkan. Pada November 2022 lalu, berkontrak sepanjang 13,750 km. Kelanjutan pengerjaannya sempat mandek karena persoalan lahan yang belum terbebaskan. Hal ini memicu kekhawatiran proyek ini berhenti di KM 3,9.

Kendala utamanya adalah masih ada sekitar 5 km ruas lahan yang masih tersandera dari KM 3,9 ke KM 13,750. Pemerintah pusat maupun Pemda masih ada pekerjaan rumah sekira 9 km jalan yang harusnya dituntaskan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, segmen satu pengerjaan jalan sepanjang 2,625 km, yang akan menghubungkan Jalan Poros Maros-Pangkep (Jalan Nasional) dengan Jalan Poros Maros-Bone (Jalan Nasional). Jalur ini akan melewati jembatan sungai irigasi. 

Kemudian sisanya untuk segmen dua, pengerjaan jalan sepanjang 1,275 km, menghubungkan Jalan Poros Maros-Bone ke Jalan Bambu Runcing Maros. Hadirnya By Pass segmen tiga diharapkan jadi pengurai kemacetan di sekitar Maros, Pangkep, dan Gowa agar saling terhubung tanpa harus melintasi wilayah Kota Makassar. (uca)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Keuangan Purbaya Sidak Pasar Tanah Abang dan Pastikan Ekonomi RI Masih Kuat di Tengah Isu Resesi
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Buronan Jimmy Lie Ditangkap Interpol di Penang Malaysia
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Israel Klaim Bunuh Kepala Unit Hizbullah di Lebanon
• 13 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Resmikan 218 Jembatan Baru di Seluruh Indonesia
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Liverpool Dipastikan Tanpa Alisson Becker saat Hadapi Galatasaray
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.