China Dukung Kedaulatan Iran Pasca-Suksesi Khamenei

tvrinews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Beijing

Beijing mengecam intervensi asing terhadap kepemimpinan baru Teheran di tengah eskalasi konflik regional yang meningkat.

Pemerintah China secara resmi menyatakan dukungan diplomatik terhadap stabilitas politik di Iran menyusul penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru. 

Dukungan tersebut muncul setelah wafatnya Ali Khamenei dalam rangkaian serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pekan lalu. 

Penunjukan Mojtaba, putra mendiang pemimpin tertinggi, dipandang Beijing sebagai langkah konstitusional yang sah untuk menjaga keberlanjutan pemerintahan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan dalam konferensi pers di Beijing bahwa transisi kekuasaan tersebut merupakan kedaulatan penuh rakyat Iran.

"Keputusan Iran untuk menunjuk Khamenei muda didasarkan pada konstitusinya," ujar Jiakun kepada media, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita AFP pada Senin 9 Maret 2026.

Peringatan Terhadap Intervensi Asing

Sikap tegas Beijing ini dipandang sebagai pesan diplomatik langsung kepada Tel Aviv dan Washington. 

Sebelumnya, otoritas militer Israel secara terbuka menyatakan akan menargetkan siapa pun yang mengisi posisi puncak kepemimpinan di Iran pasca-serangan tersebut.

Guo Jiakun menekankan bahwa stabilitas Timur Tengah bergantung pada penghormatan terhadap integritas wilayah dan urusan domestik setiap negara. 

Ia menegaskan bahwa segala bentuk upaya campur tangan asing hanya akan memperburuk situasi keamanan global.

"China menentang campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain dengan dalih apa pun. Kedaulatan, keamanan, serta integritas wilayah Iran harus dihormati," tegas Guo saat menanggapi ancaman terhadap pemimpin baru Teheran tersebut.

Eskalasi Konflik Regional

Situasi keamanan di kawasan Teluk saat ini berada pada titik kritis. Sebagai balasan atas bombardir udara yang intens, Iran telah meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke wilayah Israel. 

Ketegangan ini juga meluas ke negara-negara tetangga yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat, memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik terbuka dalam skala besar.

Posisi China dalam konflik ini mempertegas peran mereka sebagai kekuatan penyeimbang yang menentang unipolaritas di Timur Tengah, sambil terus menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik dan penghormatan terhadap kedaulatan negara.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Turki Peringatkan Iran Terkait Rudal yang Masuk Wilayah Udaranya
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kawanan Paus Pilot Terdampar di Perairan Dangkal Rote Ndao, 4 Mati
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Selamat! Chaca Thakya dan Ricky Perdana Dikaruniai Anak Ketiga, Sambut Hangat Kelahiran Baby C
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Sahroni Mengaku Tak Akan Ambil Gaji Sebagai Anggota DPR: Saya Kasih ke Mereka yang Membutuhkan
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Mudik Lebaran 2026, Tol Bawen Ambarawa Dibuka Fungsional 13-30 Maret
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.