10 Hari Lagi Lebaran, Iran Mulai Terasa Seperti Neraka, Udara Beracun di Mana-mana

suara.com
8 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Serangan udara Israel ke depot minyak Teheran menyebabkan polusi udara ekstrem dan hujan asam.

  • Warga mengalami gangguan pernapasan serta iritasi mata akibat gas beracun dari kebakaran minyak.

  • Pakar kesehatan memperingatkan risiko kanker dan penyakit jantung bagi penduduk yang terpapar polutan.

Suara.com - Ibu kota Iran Teheran kini sedang dibalut kecemasan luar biasa akibat polusi udara ekstrem yang menyelimuti seluruh kota.

Awan hitam pekat nampak menggantung rendah setelah jet tempur Israel menghantam instalasi penyimpanan bahan bakar strategis.

Operasi militer yang berlangsung pada Sabtu malam tersebut menargetkan infrastruktur yang diklaim sebagai penyokong kekuatan militer Teheran.

Dampaknya tidak hanya merusak fasilitas energi, namun juga meracuni ruang hidup jutaan warga sipil di sekitarnya.

Jalanan yang biasanya sibuk kini tertutup lapisan debu gelap yang sangat mengganggu aktivitas harian penduduk setempat.

Lendir hitam dilaporkan menempel pada area balkon rumah warga sementara udara di luar ruangan menjadi sangat berbahaya.

Laporan dari media internasional menggambarkan pemandangan kota yang mencekam layaknya sebuah akhir zaman yang nyata.

Kegelapan menyelimuti kota pada siang hari sehingga lampu-lampu kendaraan dan rumah terpaksa dinyalakan lebih awal.

Setidaknya terdapat empat pusat penyimpanan bahan bakar serta satu titik logistik yang hancur akibat serangan udara tersebut.

Baca Juga: Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak

Pemerintah setempat mengonfirmasi bahwa insiden maut ini telah merenggut sedikitnya enam nyawa dan melukai 20 orang.

Kondisi lingkungan semakin memburuk ketika hujan mulai mengguyur wilayah tersebut pada Minggu pagi (8/3/2026) setelah ledakan.

Otoritas lingkungan segera mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi jatuhnya hujan asam yang membawa zat kimia berbahaya.

Dikutip dari The Guardian, seorang aktivis dengan nama samaran Negin mengungkapkan penderitaan warga melalui pesan suara kepada media asing.

Meskipun udara sangat beracun, sebagian masyarakat tidak memiliki pilihan selain tetap beraktivitas di luar ruangan.

Beberapa sektor usaha sempat mencoba beroperasi kembali namun segera tutup karena kualitas udara yang tidak tertahankan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BBPJN Targetkan 550 Lubang Jalan Nasional Jatim Tertutup Jelang Mudik Lebaran
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Orang Terkaya Ribut Berebut Lahan, Elon Musk Dituduh Ngayal
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Vivo V70 FE Dibekali Fitur AI Unik, Fast Charge 90W, Baterai Super Besar tapi Harga Rp6 Jutaan
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
BNI Setujui Dividen Rp13,03 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar dalam RUPST Tahun Buku 2025
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Jasa Marga: Diskon Tol 30 Persen Bantu Kurangi Kepadatan Mudik
• 2 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.