Seluruh Titik Banjir di Jakarta Barat Sudah Surut Hari Ini

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir di seluruh titik wilayah Jakarta Barat sudah surut pada Selasa (10/3/2026).

Kapusdatin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mohammad Yohan menyebut berdasarkan data yang dihimpun BPBD, sudah tidak ada titik banjir di Jakarta Barat.

"Alhamdulillah hari ini sudah nihil semua," kata Yohan saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa.

Senada, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengonfirmasi bahwa seluruh titik banjir di wilayahnya dilaporkan sudah surut sejak Senin (9/3/2026) malam.

"Terkait dengan genangan dan banjir wilayah Jakarta Barat, Alhamdulillah sudah kering semuanya sejak semalam, Senin sekitar pukul 22.00 WIB," kata Iin saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Update Banjir Jakarta Senin Malam, 10 RT dan 1 Ruas Jalan Masih Tergenang

Menurutnya, titik-titik banjir sebelumnya di Duri Kosambi dan Rawa Buaya, Cengkareng.

Kemudian, titik banjir lainnya yang cukup parah adalah beberapa RT di Kecamatan Kembangan.

Banjir itu melanda ruas jalan utama maupun permukiman warga sejak Sabtu (7/3/2026) malam lalu.

Iin juga memastikan seluruh warga yang mengungsi akibat banjir sudah pulang ke rumah masing-masing.

"Sudah mulai kemarin, sejak mulai surut warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, Kasudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Purwanti Suryandari menyebut akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terkait penanganan banjir.

Baca juga: Banjir Kala Sahur: Perumahan Periuk Damai Tenggelam, Warga Bertahan di Atap

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menyebut akan terus berfokus menangani banjir dengan mengandalkan pompastasionermaupun pompa bergerak yang ditempatkan di berbagai titik rawan banjir.

"Memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik, kemudian pengurasan dan pengerukan tanah di kali juga akan terus dilakukan secara berkala," kata Purwanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNI Bangun Jembatan Garuda di Baros untuk Tingkatkan Akses dan Ekonomi
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rupiah Nyaris Rp17.000, Menkeu Purbaya: Optimistis, Daya Beli Kita Jaga Mati-Matian
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Dosen UGM: Rebung, Pangan Lokal yang Berpotensi Jadi Superfood
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pastikan Kesiapan BBM Arus Mudik 2026, Komisaris Utama Pertamina Tinjau SPBU Rest Area KM 57
• 9 jam laludisway.id
thumb
Prabowo: Kita Aman dalam Masalah Pangan
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.