Kemenpar Cek Kesiapan Destinasi Wisata Bali Hadapi Lonjakan Pengunjung Lebaran 2026

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meninjau langsung sejumlah destinasi wisata di Bali jelang libur Lebaran 2026.

Kemenpar Cek Kesiapan Destinasi Wisata Bali Hadapi Lonjakan Pengunjung Lebaran 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meninjau langsung sejumlah destinasi wisata di Bali guna memastikan kesiapan destinasi menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan pada periode libur Lebaran 2026.

Libur Lebaran diperkirakan menjadi salah satu periode dengan lonjakan kunjungan wisatawan domestik tertinggi di berbagai destinasi wisata Indonesia, termasuk Bali.

Baca Juga:
Damri Buka Rute Jakarta-Bali, Tiketnya Dijual Mulai Rp590 Ribu

Kunjungan tersebut mencakup tinjauan ke beberapa destinasi unggulan di Bali, yakni DTW Uluwatu, GWK Cultural Park, Pantai Melasti, dan Pantai Kuta.

“Selain memantau kondisi terkini, kami juga memastikan kesiapan destinasi menjelang libur Lebaran, terutama terkait aspek keamanan dan keselamatan wisatawan. Pada periode tersebut diperkirakan akan terjadi lonjakan kunjungan wisatawan,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga:
Kemenag Terbitkan Panduan Takbiran di Bali Jika Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi 2026

Pengelola destinasi wisata di Bali juga menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan selama periode libur Lebaran.

Baca Juga:
Penumpang Angkutan Penyeberangan Diproyeksi Capai 5,8 Juta Selama Mudik dan Balik Lebaran

General Manager DTW Uluwatu I Wayan Wijana mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut peningkatan kunjungan wisatawan yang diperkirakan mencapai 30 hingga 50 persen.

“Libur Lebaran menjadi peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan domestik. Kami berharap jumlah kunjungan dapat mencapai 5.000 hingga 6.000 orang per hari,” kata Wayan.

Dia menjelaskan, pengelola telah memastikan kesiapan berbagai sarana dan prasarana pendukung, termasuk toilet, sistem pengelolaan sampah, jalur evakuasi, titik kumpul, hingga pengaturan alur pengunjung.

“Kami juga mengantisipasi potensi bahaya pohon tumbang dengan melakukan pemangkasan pohon dan ranting. Karena Uluwatu merupakan kawasan alam terbuka, angin kencang menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi,” kata dia.

Dalam peninjauan tersebut, Wamenpar didampingi perwakilan industri pariwisata serta Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. Mereka meninjau sejumlah aspek penting di setiap destinasi, mulai dari manajemen pengunjung, kesiapan pelayanan wisata, kebersihan, keamanan, manajemen risiko, antisipasi cuaca ekstrem, hingga penerapan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah DTW Uluwatu. Wamenpar meninjau kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung bagi wisatawan di destinasi yang terkenal dengan panorama tebing kapur berlatar Samudera Hindia tersebut.

Dia juga melihat langsung berbagai fasilitas pendukung, seperti fasilitas kesehatan, toilet, hingga panggung Tari Kecak yang menjadi atraksi unggulan bagi wisatawan.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke GWK Cultural Park. Di kawasan yang dikenal dengan ikon patung Garuda Wisnu Kencana ini, Wamenpar meninjau langsung sistem manajemen pengunjung yang telah disiapkan pengelola, mulai dari loket tiket, command center, fasilitas kesehatan, hingga fasilitas umum lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Wamenpar juga berkesempatan naik ke bagian dalam patung Garuda Wisnu Kencana hingga ke titik tertinggi. Dari lokasi tersebut, pengunjung dapat menikmati panorama Bali dari ketinggian sekaligus melihat struktur bagian dalam patung yang menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia.

“Kami memastikan beberapa aspek, terutama terkait keselamatan wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Badung juga telah memastikan seluruh pantai di wilayah Badung memiliki lifeguard yang bertugas menjaga keselamatan wisatawan sehingga jika terjadi sesuatu dapat segera ditangani,” ujar Ni Luh Puspa.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebelumnya juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pariwisata kepada pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku usaha pariwisata untuk memastikan penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama periode libur Lebaran.

“Semoga langkah ini mendorong semua pihak untuk bersama-sama memastikan libur Lebaran dapat dinikmati masyarakat dengan baik, sehingga wisatawan dapat berwisata dengan aman, nyaman, dan menyenangkan,” kata Wamenpar.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Korupsi PDNS, Eks Dirjen Aptika Kominfo Divonis Enam Tahun Penjara
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Usai OTT KPK, Sekda Rejang Lebong Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan Sebagaimana Biasa
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Nadiem Minta Pihak Google Segera Bersuara di Persidangan, Ada Apa?
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BPOM Temukan Puluhan Ribu Produk Pangan Ilegal dan Berbahaya Senilai Rp331 Juta
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Trump Sampaikan Tanggapan Bertentangan Terkait Akhir Serangan ke Iran
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.