JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo mengungkap operasi tangkap tangan (OTT) yang turut menjaring Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Senin (9/3/2026) malam, berkaitan dengan dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.
"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan suap proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong," ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/3/2026), dipantau dari Breaking News KompasTV.
Ia mengatakaan saat ini KPK memeriksa intensif pihak yang diamankan dalam OTT tersebut untuk mendalami konstruksi perkara.
Budi memerinci pihak yang dibawa ke Jakarta, salah satunya adalah Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari.
"Dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta pagi ini, satu, bupati (Rejang Lebong), kemudian wakil bupati, dan juga tiga orang lainnya dari ASN (aparatur sipil negara) di wilayah Pemkab Rejang Lebong, kemudian empat orang lainnya adalah pihak swasta," bebernya.
Baca Juga: Deretan OTT KPK sepanjang Januari-Maret 2026, Kepala KPP sampai Pemimpin Daerah Terjaring
Ia mengatakan, dalam rangkaian peristiwanya, KPK mengamankan pihak-pihak tersebut di dua wilayah: Rejang Lebong dan Bengkulu.
"Sehingga kemudian pemeriksaannya juga dilakukan di dua tempat, yaitu di Polres Kepahiang dan di Polresta Bengkulu," sebutnya.
Dalam kegiatan tangkap tangan tersebut, KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dokumen, barang bukti elektronik, dan uang tunai.
Namun, Budi belum mengungkap jumlah uang tunai yang diamankan KPK dalam kegiatan OTT.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, Antara
- kpk
- ott kpk
- bupati rejang lebong
- suap proyek
- muhammad fikri thobari





