Mirae ingatkan risiko volatilitas pasar saat lonjakan harga minyak

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai volatilitas pasar saham domestik masih akan berlanjut di tengah lonjakan harga energi serta arus dana asing yang masih fluktuatif.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan eskalasi konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak global sekaligus meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan.

“Level harga minyak saat ini mencerminkan premi risiko geopolitik yang besar. Jika gangguan pasokan energi berlangsung lebih lama, harga minyak berpotensi bertahan di atas level 100 dolar AS per barel dalam waktu lebih panjang,” ujar Rully dalam acara Media Day: Strategic Allocations to Manage Q1 Market Volatility di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global, mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter, serta memicu risiko stagflasi di berbagai negara.

Sebagaimana diketahui, harga minyak Brent tercatat telah melonjak di atas 100 dolar AS per barel setelah mengalami kenaikan tajam sekitar 35 persen dalam sepekan. Lonjakan tersebut dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan energi global, termasuk potensi terganggunya jalur tanker minyak di Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak yang terlalu cepat dinilai berpotensi menahan proses penurunan suku bunga global sekaligus menekan pasar saham, termasuk di Indonesia.

Pada perdagangan terbaru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berada di level 7.585,69 atau turun 1,62 persen. Sementara itu, indeks MSCI Indonesia (EIDO) melemah 2,70 persen.

Tekanan pasar juga dipengaruhi oleh arus keluar dana asing yang masih berlanjut dengan nilai net foreign sell sekitar Rp263 miliar.

Meski demikian, beberapa saham berbasis komoditas masih mencatat minat beli investor asing, di antaranya saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Pada kesempatan yang sama, Senior Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Muhammad Farras Farhan menilai sektor batu bara masih memiliki ketahanan relatif di tengah siklus penurunan harga komoditas.

Dalam riset terbarunya mengenai ITMG, perusahaan mencatat kinerja yang lebih kuat pada kuartal IV 2025 dengan pendapatan mencapai 512 juta dolar AS. Pencapaian tersebut didukung oleh peningkatan volume penjualan menjadi 6,8 juta ton serta kenaikan harga jual rata-rata menjadi 75 dolar AS per ton.

“Kinerja ITMG menunjukkan bahwa disiplin biaya dan efisiensi operasional dapat membantu perusahaan mempertahankan profitabilitas meskipun harga batu bara sedang berada dalam fase penurunan,” ujar Farras.

Menurut dia, sektor komoditas berpotensi menjadi salah satu penopang pasar saham domestik ketika volatilitas global meningkat karena umumnya memiliki arus kas yang kuat dan masih didukung permintaan global.

Selain itu, menjelang periode Idul Fitri, Mirae Asset juga memandang potensi peningkatan aktivitas ekonomi domestik yang biasanya didorong oleh konsumsi masyarakat.

Momentum itu dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi sektor yang berkaitan dengan konsumsi domestik seperti ritel, makanan dan minuman, serta transportasi. Saham konsumer seperti CMRY dan MYOR dinilai dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi investor seiring potensi peningkatan permintaan menjelang Lebaran.

Pasar saham juga berpotensi mendapat dukungan jangka pendek dari aktivitas penyesuaian portofolio investor menjelang periode libur panjang Lebaran. Meski demikian, arah pergerakan pasar tetap akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global serta dinamika arus dana asing.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prancis Apresiasi Capaian Ketahanan Pangan Indonesia
• 41 menit lalutvrinews.com
thumb
TNI Bangun Jembatan Garuda di Baros untuk Tingkatkan Akses dan Ekonomi
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ini 17 Perempuan Inspiratif yang Dampaknya Mengubah Dunia
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Polda Metro Gerebek Pesta Narkoba di Bekasi, 7 Orang Ditangkap
• 18 jam laludetik.com
thumb
Peneliti BRIN Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh pada 21 Maret
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.