Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan melepas cadangan minyak strategis untuk meredam lonjakan harga energi yang terjadi imbas perang dengan Iran.
Menteri Energi AS, Chris Wright, mengatakan pemerintah tengah membahas kemungkinan pelepasan minyak dari cadangan darurat AS atau Strategic Petroleum Reserve (SPR) secara terkoordinasi dengan negara lain.
"Kami sedang membicarakan pelepasan terkoordinasi dari SPR," kata Wright kepada wartawan saat mengunjungi sebuah pabrik gas alam di Colorado, dikutip dari Reuters pada Selasa (10/3).
Cadangan minyak strategis AS yang berada di wilayah pesisir Texas dan Louisiana saat ini menyimpan sekitar 415 juta barel minyak. Jumlah tersebut setara dengan lebih dari empat hari konsumsi minyak dunia.
Selain mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak, Pemerintah AS juga membuka kemungkinan langkah lain untuk menambah pasokan global. Wright mengatakan Washington memiliki sejumlah opsi lain untuk memungkinkan lebih banyak penjualan minyak Rusia yang saat ini berada di kapal tanker di perairan Asia.
Pada akhir pekan lalu, Pemerintah AS bahkan mengeluarkan pengecualian selama 30 hari yang memungkinkan minyak mentah Rusia yang saat ini terdampar di laut tetap dijual ke India.
Meski begitu, Wright menyebut Pemerintah AS saat ini tak mempertimbangkan pembatasan ekspor energi sebagai langkah untuk menekan harga minyak.
Sementara itu, International Energy Agency (IEA) juga menyerukan pelepasan cadangan minyak secara terkoordinasi untuk menstabilkan pasar energi global. Negara-negara anggota Group of Seven (G7) juga sepakat untuk memantau secara ketat perkembangan pasar energi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Kepala IEA Fatih Birol mengatakan negara-negara anggota lembaganya memiliki lebih dari 1,2 miliar barel stok minyak darurat milik pemerintah. Selain itu, terdapat sekitar 600 juta barel cadangan minyak industri yang wajib disimpan berdasarkan ketentuan pemerintah.





