Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mencatat terdapat lima titik tanah bergerak yang terjadi sepanjang tahun 2026 di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengatakan lima titik tersebut berada di kawasan perumahan di Sedayu, dua dusun di Pajangan, serta dua dusun di Imogiri. Sebagian besar pergerakan tanah terjadi di kawasan permukiman warga.
“Di Pajangan terdapat 2 lokasi tanah bergerak, di Dusun Gampeng Triwidadi, dan di Dusun Guwo Triwidadi dan sudah kami assessment dan berikan bantuan,” kata Mujahid dihubungi Pandangan Jogja, Senin (9/3).
Pada peristiwa tanah bergerak di Dusun Guwo, Pajangan, sebanyak 20 rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 19 rumah rusak berat dan satu rumah roboh sehingga tidak dapat dihuni.
Sementara pada kejadian di kawasan perumahan Sedayu, salah satu titik retakan mengakibatkan jalan amblas sekitar 50 sentimeter.
Retakan tersebut menyebabkan satu keluarga mengungsi. Selain itu dua rumah mengalami keretakan dan penurunan pondasi, tiang listrik miring, serta terjadi keretakan pada tembok hingga lantai di masjid terdekat.
Hingga saat ini, BPBD Bantul menyatakan penelitian terkait penyebab pergerakan tanah masih dilakukan oleh tim geologi.





