Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan rencana Gerakan Menanam untuk mendukung ketahanan pangan. Dia menyebut salah satu tanaman yang bisa dikembangkan di rumah-rumah yaitu cabai.
"Melihat situasi dan melihat potensi Provinsi Banten, sudah saatnya kita memulai satu gerakan yaitu Gerakan Menanam. Ini penting kita lakukan agar kebutuhan-kebutuhan yang bisa dipenuhi oleh masyarakat sendiri, salah satunya mungkin cabai dan kemudian telur ayam," ucap Andra Soni saat sambutan di Bazar Ramadan di Kota Serang, Selasa (10/3/2026).
Namun, ia menyebut gerakan tersebut memerlukan peran dari semua pihak. "Ini perlu kita buat gerakan dengan mengoptimalkan kolaborasi dengan berbagai pihak," kata Andra.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag), Iwan Hermawan, menyampaikan harga cabai saat ini masih tergolong tinggi. Bahkan, harga sudah tinggi di tingkat petani.
"Contoh untuk harga cabai rawit merah, itu di tingkat petaninya saja sudah Rp75.000. Sehingga kita tidak mungkin di pasaran itu di bawah Rp75.000, bahkan bisa sampai Rp100.000," katanya.
Menurut Iwan, faktor cuaca menjadi penyebab naiknya harga. Cuaca menjadikan hasil panen berkurang, selain itu juga menghambat distribusi.
"Kemudian distribusi juga agak terhambat karena cuaca, dan tingkat kerusakan produk dengan kondisi hujan ini juga semakin tinggi. Jadi ada loss-nya, satu karung itu bisa sampai 5 kg hilang," katanya.
Namun, untuk pasokan, Pemprov Banten menjamin bahwa pasokan di pasar masih aman. "Insyaallah kalau untuk pasokan kita pantau dari mulai pasar induk, pasar pantau, sama dengan pasar-pasar kecil di bawah pasar pantau itu selalu tersedia," katanya.
(aik/idn)




