Rupiah Tembus Rp17.000 Imbas Konflik Iran, DPR Desak Pemerintah Siapkan Mitigasi

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua DPR RI, Puan Maharani mendesak pemerintah segera menyiapkan langkah mitigasi menghadapi dampak konflik Iran yang mulai menekan kondisi ekonomi global.

Salah satu dampak yang disorot adalah lonjakan harga minyak dunia hingga melemahnya nilai tukar rupiah.

Puan mengatakan DPR telah meminta pemerintah mengantisipasi gejolak tersebut agar tidak berdampak besar terhadap perekonomian nasional.

“Kami sudah meminta kepada pemerintah baik secara langsung atau tidak langsung untuk memitigasi hal ini,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, DPR yang baru kembali memulai masa sidang akan segera meminta penjelasan dari pemerintah melalui komisi-komisi terkait mengenai langkah antisipasi yang disiapkan.

“Dan hari ini DPR sudah mulai masuk atau memulai sidang, tentu saja nantinya di Komisi yang terkait akan meminta kepada mitra-mitranya atau kepada pemerintah untuk memitigasi hal tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan langkah mitigasi penting dilakukan agar perencanaan anggaran negara tidak terganggu oleh situasi global yang tidak menentu.

“Sehingga APBN 2026 nantinya bisa menyesuaikan dengan situasi global yang sedang terjadi pada saat ini,” kata dia.

Diketahui, eskalasi konflik Iran memicu gejolak pasar global, termasuk kenaikan harga minyak dunia hingga sekitar 25 persen, serta tekanan terhadap mata uang sejumlah negara, termasuk rupiah yang disebut telah menembus level Rp17.000 per dolar AS.

Rupiah pada Senin pagi sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.090 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pukul 09.03 WIB. Namun pada penutupan perdagangan sore hari, rupiah berada di posisi Rp16.949 per dolar AS.

Sementara itu, IHSG juga ditutup melemah di level 7.337 pada akhir perdagangan Senin. Indeks saham turun 248,31 poin atau anjlok sekitar 3,27 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Menteri Keuangan RI (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (9/3) dipicu oleh pernyataan sejumlah ekonom terkait dengan kondisi ekonomi Indonesia.

Purbaya menilai penurunan rupiah dan IHSG dipengaruhi oleh pandangan sejumlah ekonom yang menyebut Indonesia sedang menuju resesi dan daya beli masyarakat melemah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsakiyah dan Waktu Buka Puasa Wilayah Yogyakarta dan Sekitarnya untuk Rabu, 11 Maret 2026
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Bupati Tangerang Ungkap Rp 341 Miliar Digelontorkan untuk Perbaiki Hal Ini
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Produsen Minyak Wangi Gaharu dan Cendana di Jombang Kebanjiran Pesanan Saat Ramadan
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
TMP Sulsel Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Panti Asuhan di Makassar
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Trump Tolak Putin Bantu Akhiri Perang AS-Israel vs Iran: Selesaikan Dulu Ukraina
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.