JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan operasional pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kembali normal dalam waktu satu pekan setelah terjadi longsor pada Minggu (8/3/2026).
“Saat ini tim di lapangan sedang menangani material longsoran yang berada di aliran sungai di sekitar lokasi kejadian,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto, Selasa (10/3/2026).
Menurut Asep, material longsor yang menutup aliran sungai akan dipindahkan ke area penimbunan di Zona 4 Kecil dan Zona 4 Besar. Penataan ulang juga dilakukan agar kondisi zona tersebut lebih aman dan tertata.
Baca juga: Pemprov DKI Operasikan RDF Rorotan Usai Sampah TPST Bantargebang Longsor
DLH juga menargetkan aliran sungai di sekitar lokasi segera kembali lancar agar tidak menimbulkan luapan air ke badan jalan.
Selain itu, perbaikan turap kali di dua titik yang terdampak luapan air juga akan dilakukan untuk menjaga kondisi infrastruktur di sekitar TPST tetap aman.
“Perbaikan ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur di sekitar area TPST tetap aman sekaligus mencegah potensi gangguan baru,” ujarnya.
Asep memastikan, pelayanan pembuangan sampah dari Jakarta tetap berjalan melalui tiga zona aktif, yakni Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton sampah per hari.
Jika proses penataan di Zona 4 Besar yang sempat longsor selesai, zona tersebut akan kembali dioperasikan dengan tambahan kapasitas sekitar 1.500 ton sampah per hari.
Selama masa pemulihan, sebagian sampah juga dialihkan ke sejumlah fasilitas pengolahan lain, seperti RDF Plant Bantargebang, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih, dan RDF Plant Rorotan.
RDF Plant Bantargebang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 800 ton sampah per hari, sedangkan PLTSa Merah Putih berkapasitas sekitar 100 ton per hari.
Baca juga: Pramono Hentikan Open Dumping Zona 4A TPST Bantargebang
Asep menambahkan, RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton sampah per hari.
Kapasitas tersebut akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini dan ditargetkan meningkat hingga 1.000 ton per hari.
Dengan skema tersebut, total sampah yang dapat tertangani hingga akhir pekan ini diperkirakan mencapai sekitar 6.700 hingga 7.150 ton per hari.
“Dengan berbagai langkah penanganan yang sedang dilakukan, kami berharap operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan ini,” tutur Asep.





