Stafsus Komdigi Raline Shah Ingatkan Bahaya Judi Online bagi Generasi Muda di Medan

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Medan -

Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Bimbingan Teknis Implementasi PP Tunas bertema “Gerakan Edukasi Perlindungan Anak di Era Digital” di Aula SMKN 7 Medan, Sumatera Utara, Selasa (10/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat literasi digital sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak di ruang digital.

Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan Dewi mewakili Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa transformasi digital perlu diimbangi dengan langkah-langkah perlindungan terhadap generasi muda dari berbagai risiko yang muncul di ruang digital. Pemerintah melalui Komdigi terus mendorong implementasi kebijakan perlindungan anak melalui PP Tunas agar ruang digital Indonesia menjadi lebih aman dan sehat bagi anak-anak.

Kegiatan tersebut menghadirkan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital Raline Shah, yang menyampaikan dialog interaktif mengenai bahaya judi online, isu yang dinilai semakin mengkhawatirkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Dalam paparannya, Raline Shah menjelaskan bahwa praktik judi online kerap menyasar generasi muda melalui berbagai cara yang menyerupai permainan digital. Menurutnya, banyak platform menggunakan tampilan visual menarik dan mekanisme yang menyerupai permainan gim sehingga sering kali tidak disadari sebagai bentuk perjudian.

Ia menambahkan, berbagai modus yang kerap digunakan antara lain promosi agresif di media sosial, pemberian bonus kemenangan pada tahap awal permainan, serta penyebaran tautan melalui grup pesan instan seperti WhatsApp dan Telegram dengan janji keuntungan cepat. Strategi tersebut membuat banyak pengguna, khususnya generasi muda, terjebak tanpa menyadari risiko yang dihadapi.

Raline juga mengingatkan bahwa dampak judi online tidak hanya dirasakan oleh individu yang terlibat, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi ekonomi dan hubungan dalam keluarga. Dalam sejumlah kasus, kecanduan judi online memicu masalah keuangan, tekanan psikologis, hingga konflik keluarga yang berkepanjangan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dan kritis dalam menggunakan internet. Menurutnya, ruang digital seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkreasi, dan membangun masa depan.

Selain Raline Shah, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Key Opinion Leader sekaligus influencer, May Sarah Siregar, memaparkan pentingnya membangun literasi digital yang sehat bagi anak dan remaja agar mampu menggunakan internet secara bijak dan bertanggung jawab.

Sementara itu, psikolog anak Dinda Harahap menjelaskan berbagai dampak psikologis yang dapat muncul akibat penggunaan media digital secara berlebihan pada anak, termasuk risiko kecanduan gawai, perundungan siber, hingga gangguan perkembangan sosial dan emosional. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam melakukan pendampingan serta pengawasan terhadap aktivitas digital anak.

Di sisi lain, pemerhati sosial Camelia Nasution menyoroti pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak. Menurutnya, keluarga merupakan agen sosialisasi utama dalam menanamkan nilai, etika, serta kebiasaan penggunaan teknologi secara sehat.

Acara yang dipandu oleh MC Gilang dan dimoderatori Azizi Syafila Harahap berlangsung interaktif dengan partisipasi pelajar, tenaga pendidik, serta masyarakat. Diskusi membahas berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, termasuk maraknya konten negatif, perjudian daring, hingga risiko kejahatan siber.

Melalui kegiatan ini, Komdigi berharap literasi digital dapat semakin luas menjangkau masyarakat serta memperkuat kesadaran bersama untuk melindungi anak-anak dari berbagai ancaman di ruang digital. Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jebolan Juara Puisi Tingkat Nasional, Indahnya Karya Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto ‘Sesudahnya, Jadilah Manusia’
• 8 jam laludisway.id
thumb
Eks Penyidik: Kepala daerah tinggal nunggu waktu saja kapan ditangkap
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Pakar Transportasi Kritik Rencana Bahlil Konversi 120 Juta Motor Listrik
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Mudik 2026, Polda DIY Matangkan Rekayasa Lalin di Tol Jogja–Solo Segmen Prambanan–Purwomartani
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Anak Tenggelam di Waduk Sambikerep Surabaya, Ditemukan Meninggal Dunia
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.