Pantau - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyatakan masyarakat korban banjir bandang mulai menempati hunian sementara yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Selasa 10 Maret 2026.
Peresmian penggunaan hunian sementara tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Barat Tarmizi di lokasi pembangunan hunian sementara di Desa Jambak.
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan "Untuk sementara, ada enam kepala keluarga yang sudah menempati hunian sementara di Aceh Barat,".
Desa Jambak di Kecamatan Pante Ceureumen merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang yang terjadi di Aceh pada 26 November 2025.
Pembangunan Hunian Sementara untuk Korban BencanaPembangunan sejumlah unit hunian sementara di Desa Jambak telah selesai dibangun dan mulai dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak bencana.
Secara keseluruhan terdapat 12 unit hunian sementara yang disiapkan oleh BNPB di Kabupaten Aceh Barat.
Dari jumlah tersebut, enam unit hunian sementara sudah mulai ditempati oleh masyarakat korban bencana.
Pemerintah daerah saat ini masih menunggu penyelesaian pembangunan enam unit hunian sementara lainnya yang berlokasi di Desa Gampong Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen.
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan "Target kita sebelum Hari Raya Idul Fitri, semua masyarakat korban bencana sudah menempati huntara,".
Pemerintah Pastikan Logistik dan Fasilitas bagi Penghuni HuntaraSelama masa transisi penempatan di hunian sementara, pemerintah bersama BNPB dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menjamin ketersediaan logistik serta bantuan sembako bagi para pengungsi.
Pemerintah Aceh Barat juga meminta masyarakat korban bencana yang telah menempati hunian sementara untuk hidup rukun, tenteram, serta menjaga komunikasi yang baik dengan sesama penghuni dan masyarakat sekitar.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronald Nehdiansyah mengatakan keluarga yang sudah menempati hunian sementara juga memperoleh berbagai fasilitas dari BNPB, BPBD Aceh Barat, Baitul Mal, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
Teuku Ronald Nehdiansyah mengatakan "Sudah kita lengkapi peralatan pendukung seperti kompor dan alat-alat lainnya agar masyarakat terfasilitasi dengan memadai, termasuk semua kebutuhan dasar masyarakat,".




