Masjid Sunan Ampel Surabaya memastikan kesiapannya dalam menyambut Qiyamul Lail di 10 hari terakhir Ramadan 1447 Hijriah.
Mohammad Fariz Humas Masjid Sunan Ampel Surabaya mengatakan, saat memasuki 10 hari terakhir Ramadan biasanya lebih banyak jemaah yang berdatangan untuk melaksanakan salat Qiyamul Lail.
“Biasanya 10 hari terakhir di malam-malam ganjil itu banyak yang melakukan iktikaf, di masjid itu sampai menjelang sahur,” katanya kepada suarasurabaya.net pada Selasa (10/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, ia mengatakan bahwa Masjid Sunan Ampel Surabaya tidak mengadakan kegiatan khusus pada Qiyamul Lail, namun jemaah bisa melaksanakan iktikaf secara mandiri, baik secara individu maupun bersama rombongannya masing-masing.
“Untuk jumlah biasanya kita tentatif, karena orang kan keluar masuk, keluar masuk, biasanya setelah salat tarawih di masjid, setelah itu melakukan iktikaf,” ujarnya.
Selain tidak ada salat jemaah menjadi satu di Masjid Sunan Ampel Surabaya, ia menyatakan bahwa selama 10 malam terakhir juga tidak diadakan tausiyah khusus.
“Jadi, tausiyahnya itu ada dilaksanakan setiap menjelang magrib, ada majelia taklim, ceramah agama. Kalau malemnya tidak ada,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Masjid Sunan Ampel Surabaya juga tidak menyediakan sahur untuk jemaah, sehingga jemaah bisa mencari makanan sahur secara mandiri di sekitaran masjid.
Pihaknya mengimbau kepada para jemaah yang melangsungkan iktikaf agar tetap menjaga barang bawaan selama beribadah di kawasan masjid.
“Semoga ibadah ini diterima oleh Allah dan semua hajat jemaah dilancarkan,” pungkasnya.(ris/ipg)




