Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak di Sejumlah Negara Melonjak

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu krisis energi global setelah jalur perdagangan vital di Selat Hormuz lumpuh. Kapal-kapal yang membawa sekitar 20 juta barel minyak per hari dilaporkan terdampar di Teluk Persia karena tidak dapat melintas dengan aman, yang berdampak langsung pada lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai belahan dunia.

Kondisi ini memburuk sepekan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Serangan rudal dan pesawat tak berawak di kawasan tersebut tidak hanya merusak fasilitas minyak dan gas utama, tetapi juga menciptakan ketidakpastian pasokan dari produsen minyak terbesar dunia.

Pada Senin kemarin, 9 Maret 2026, harga minyak mentah dunia menyentuh angka 117 dolar AS per barel. Para ahli memperingatkan bahwa tren kenaikan ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti selama jalur distribusi masih terganggu.

Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh para pengemudi di California menghadapi harga bensin tertinggi sejak 2012. Hal serupa juga dirasakan warga Los Angeles dan Orange County, di mana harga BBM telah melampaui 5 dolar per galon. Hal ini memaksa warga mengantre hingga 30 menit di SPBU murah seperti Costco untuk menghemat biaya.
  Baca juga: Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Tak Perlu Panic Buying
Di Seoul, Korea Selatan, harga bahan bakar melonjak hingga 2.000 Won (sekitar Rp22.900) per liter. Warga rela menempuh jarak jauh demi mendapatkan bensin di SPBU yang masih menjual dengan harga lebih rendah. Antrean kendaraan pun tidak bisa terhindarkan.

Dampak paling parah terlihat di Bangladesh, di mana terjadi krisis energi akut. Banyak SPBU tutup karena kehabisan pasokan, memaksa pemerintah memberlakukan kebijakan penjatahan bahan bakar guna menghemat penggunaan BBM.

Selain penjatahan BBM, Pemerintah Bangladesh juga mengambil langkah ekstrem dengan menutup kegiatan pendidikan tatap muka untuk menghemat energi. Kantor-kantor publik dan swasta diperintahkan untuk memangkas penggunaan listrik, termasuk pengurangan penggunaan pendingin udara (AC) dan penerangan hingga setengahnya.

"Akibat perang Iran-Israel, saat ini terjadi krisis bahan bakar minyak di Bangladesh. Karena itu, universitas-universitas telah dinyatakan tutup agar lalu lintas berkurang," ungkap Samia Islam, salah seorang warga Dhaka.

Warga Bangladesh berharap perang di Timur Tengah segera berakhir, dan mereka akan terbebas dari krisis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri Bersama Jurnalis Trunojoyo Bagikan 1.500 Makanan & Takjil ke Masyarakat
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Ketika Harga Minyak Menguji Ketahanan Fiskal
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Bhayangkara vs Arema: Tim Tamu Sementara Unggul, Satu Pemain Arema Diusir Wasit
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
MK Soroti Kerancuan Kewenangan Eksekutif dalam Perubahan Pidana Mati
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BYD Denza Z9 GT Masuk Indonesia Tahun Ini, Sekali Cas Tembus 1.000 Km
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.