SAR Tutup Operasi Pencarian 2 Korban Lahar Hujan Merapi

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Dhian Adhie

TVRINews, Yogyakarta

Suasana haru menyelimuti keluarga korban banjir lahar hujan saat mengikuti prosesi salat gaib dan tabur bunga bersama tim SAR gabungan di bantaran Sungai Senowo pada Senin sore, 9 Maret 2026. Prosesi tersebut dilakukan setelah tim SAR resmi menutup operasi pencarian yang telah berlangsung selama tujuh hari terhadap dua korban yang dilaporkan hilang.

Hingga operasi SAR dihentikan, dua korban bernama Hasyim dan Maryuni, warga Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, belum berhasil ditemukan.

Keluarga korban mengaku ikhlas atas musibah yang terjadi. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah serta tim SAR gabungan yang telah berupaya maksimal melakukan pencarian.

“Kami menerima dengan lapang hati karena ini kehendak Allah. Atas bantuan dari Basarnas dan tim dari pemerintah yang sudah membantu pencarian, walaupun belum bisa ditemukan, keluarga tetap legawa dan mengapresiasi perhatian dari pemerintah,” kata keluarga korban, Sa’aris.

Sementara itu, selama operasi pencarian korban banjir lahar hujan dari Gunung Merapi, tim SAR menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah tebalnya material sisa banjir yang menimbun area sungai, serta kondisi cuaca yang tidak menentu.

Meski operasi SAR telah resmi ditutup, tim SAR tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.

Koordinator SAR Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto, mengatakan berbagai upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal, termasuk dengan mengerahkan alat berat di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun material.

“Kami sudah mengupayakan dan memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Basarnas Unit Siaga Borobudur bersama tim SAR gabungan juga telah menggunakan alat berat berupa ekskavator di dua titik yang dicurigai terdapat korban. Namun hingga sore ini hasilnya masih nihil,” ujar Arif.

Sebelumnya, banjir lahar hujan dari Gunung Merapi menerjang aliran Sungai Senowo pada Selasa sore, 3 Maret 2026. Peristiwa tersebut menimbulkan sejumlah korban jiwa dan kerusakan.
Tercatat tiga warga ditemukan meninggal dunia, dua warga dinyatakan hilang, dan enam orang mengalami luka-luka. Selain itu, belasan armada truk penambang pasir (galian C) serta tiga alat berat juga dilaporkan rusak akibat terjangan banjir lahar hujan.

Editor: Redaksi TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Ajak Kejaksaan Perkuat Pendampingan Hukum dan Optimalisasi PAD Makassar
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Maraknya Penjualan Tramadol, Komisi III DPR Tegas Minta Polisi Usut
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Puji Pidato Ketua DPR, Doli Golkar Dukung Presiden Ambil Langkah Strategis demi Akhiri Perang
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Harga CPO Turun 2 Persen, Aksi Ambil Untung Tekan Pasar
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.