Media Iran Klaim PM Israel Benjamin Netanyahu Tewas

mediaindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita

LAPORAN mengejutkan dari kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, memicu spekulasi besar tentang nasib Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Tasnim mengeklaim bahwa Netanyahu mungkin telah tewas atau terluka parah dalam serangan balasan baru-baru ini. 

Laporan tersebut menunjuk pada menghilangnya Netanyahu dari pandangan publik selama hampir empat hari. Ini dinilai sebagai suatu penyimpangan dramatis dari kebiasaannya yang biasanya mengirimkan pesan video harian. Itu sebagai bukti bahwa sesuatu yang signifikan telah terjadi.

Sejumlah sumber yang dikutip oleh media Iran itu mencatat bahwa semua pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu sejak menghilang hanya dikeluarkan dalam bentuk tertulis, tanpa disertai konfirmasi video atau foto. Area di sekitar kediaman Perdana Menteri dilaporkan ditempatkan di bawah langkah-langkah keamanan luar biasa, meskipun tidak ada penjelasan resmi yang diberikan. 

Baca juga : Iran Jamin Jalur Hormuz bagi Pengusir Dubes AS, Trump Ancam Keras

Laporan Tasnim lebih lanjut menuduh bahwa Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir dan saudara Netanyahu, Iddo, mungkin juga tewas. Klaim ini sama sekali belum terkonfirmasi.

Menambah intrik, utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner tiba-tiba membatalkan kunjungan yang direncanakan ke Israel yang dijadwalkan pada Selasa (10/3). Perjalanan itu dimaksudkan untuk pembicaraan tingkat tinggi tentang perang yang sedang berlangsung dengan Iran yang kini menewaskan lebih dari 1.200 orang termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. 

Media Israel melaporkan pembatalan tersebut tanpa penjelasan. Baik pejabat AS maupun Israel belum mengomentari alasannya. Beberapa sumber menyarankan kemungkinan ketidaksepakatan antara Washington dan Tel Aviv mengenai cakupan operasi militer terhadap instalasi minyak Iran.

Yang paling mencolok adalah tidak adanya penolakan sama sekali dari otoritas Israel atau kantor Netanyahu mengenai klaim Iran. Keheningan resmi, dikombinasikan dengan pembatalan kunjungan AS dan langkah-langkah keamanan yang luar biasa, memungkinkan spekulasi berkembang di media internasional. 

Konflik yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan gabungan AS-Israel kini telah meluas hingga mencakup keterlibatan Hizbullah di perbatasan utara Israel dan ketegangan terkait Houthi di Yaman. Total korban jiwa melebihi 2.000 dan ratusan ribu orang mengungsi. (Yeni Safak/I-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Astra Agro Perkuat Program Pemberdayaan Desa
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Diaspora dari Inggris, Vincent Hearn, Tak Perlu Naturalisasi untuk Bela Timnas
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Sang Ayah: Kepergian Vidi Aldiano Menginspirasi Orang untuk Berbuat Baik
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
RUU PPRT-Hak Cipta Disahkan Jadi Usul Inisiatif DPR di Paripurna Besok
• 34 menit laludetik.com
thumb
MKNT Rancang Private Placement 882,92 Miliar Saham untuk Konversi Utang
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.