Bisnis.com, JAKARTA – PT Sinarmas Asset Management menargetkan total dana kelolaan atau asset under management (AUM) mencapai Rp70 triliun pada 2026. Proyeksi pertumbuhan dana kelolaan itu didorong oleh sederet upaya menerbitkan produk-produk anyar.
Presiden Direktur Sinarmas Asset Management Alex Widjajakusuma mengungkapkan hingga saat ini total dana kelolaan yang digenggam Sinarmas AM mencapai Rp65 triliun. Angka tersebut bertumbuh sekitar Rp3 triliun dari Rp62,39 triliun pada akhir 2025.
”Saat ini kami mengelola dana investasi, total dana kelolaan kami mencapai Rp65 triliun. Dan, kami menargetkan pertumbuhan dana kelolaan hingga mencapai Rp70 triliun melalui pengembangan berbagai produk investasi,” katanya dalam Market Outlook Sinarmas AM, Selasa (10/3/2026).
Optimisme Sinarmas AM terutama didasarkan pada potensi pertumbuhan industri manajer investasi dalam negeri. Alex menerangkan bahwa total dana kelolaan industri manajer investasi di Tanah Air telah melampaui Rp1.800 triliun, dengan total produk mencapai 2.385 aset dan sedikitnya 20 juta nasabah.
Alex menerangkan bahwa pertumbuhan tersebut telah mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap instrumen investasi yang dikelola oleh manajer investasi Tanah Air. Hal ini sekaligus menunjukkan peran strategis industri manajer investasi dalam mendorong pengembangan pasar keuangan dalam negeri.
Salah satu upaya Sinarmas AM dalam mencapai target tersebut adalah dengan mengandalkan pemanfaatan teknologi analisis data dan AI dalam pengelolaan portofolio. Upaya ini diklaim telah mampu memberikan imbal hasil yang kompetitif di tengah volatilitas pasar global.
Alex menyebut, penggunaan teknologi dalam strategi investasi Sinarmas telah terbukti memberikan return sebesar 53% selama satu tahun belakangan dan sebesar 64% selama tiga tahun belakangan hingga Desember 2025.
Sinarmas Asset Management juga sekaligus memperkenalkan produk teranyar perusahaan, berupa reksa dana global berbasis S&P 500 ESG Shariah Index. Chief Investment Officer Sinarmas AM Genta Wira Anjalu menerangkan bahwa produk ini sengaja dirancang untuk memberikan akses kepada investor Indonesia ke perusahaan-perusahaan AS.
”Produk ini dirancang untuk memberikan akses kepada investor Indonesia untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan global yang terdiversifikasi, sekaligus memenuhi prinsip ESG serta syariah. Harapannya melalui produk ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap perusahaan-perusahaan global,” katanya.
Dalam mencapai target Rp70 triliun, Sinarmas AM tidak hanya berpegang pada reksa dana konvensional, tetapi juga akan menjual reksa dana dari berbagai aset kelas. Hal itu dilakukan lantaran kondisi pasar yang tengah mengalami volatilitas tinggi.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





