JAKARTA, DISWAY.ID - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan instruksi status siaga 1 kepada prajuritnya merupakan hal yang biasa.
Ia menyebut instruksi tersebut untuk menguji kesiapsiagaan personel dan materil.
BACA JUGA:Dukung Jakarta Festive Wonders, APPBI Kumpulkan 2.100 Kantong Darah dari 30 Pusat Perbelanjaan
BACA JUGA:Streaming Newcastle vs Barcelona di Liga Champions, KickOFF: 03.00 WIB
"Ya kita menguji kesiapsiagaan personel dan materil. Jadi hal yang biasa," kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 10 Maret 2026.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan siaga 1 merupakan istilah di militer kepada satuan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam.
"Siaga I itu kan istilah di militer, istilah yang biasa di militer. Saya sudah berlakukan siaga I tentunya di satuan-satuan itu Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam," imbuhnya.
BACA JUGA:Anggaran MBG Terancam 'Diet', Kepala BGN Pilih Pasrah Manut Putusan Presiden
BACA JUGA:Kurs Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Purbaya Ingatkan Pentingnya Fondasi Ekonomi
"Jadi tiap kodam itu satu batalyon siaga I apabila di wilayahnya ada bencana alam," sambungnya.
Soal sejumlah kendaraan taktis di Monas, Agus mengatakan hal itu untuk menguji kesiapsiagaan personel dengan materilnya.
"Itu kan dari wilayah-wilayah itu ke Jakarta berapa menit, kita hitung. Kalau terjadi sesuatu di Jakarta kan bisa cepat digerakkan," jelasnya.
Ia mengatakan saat ini prajurit TNI tersebut sudah dikembalikan ke satuan.
"Udah mulai kita kembalikan ke satuan-satuan, dibantu polisi dalam rangka menghadapi Nyepi, Idul Fitri," tuturnya.
BACA JUGA:Matindas J. Rumambi Desak APH Tindak Tegas Tambang Ilegal di Taman Nasional Lore Lindu
- 1
- 2
- »





