JAKARTA, KOMPAS.TV - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) DKI Jakarta dan Banten memastikan ketersediaan pangan pokok, terutama beras dan minyak goreng, berada dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
Pemimpin Bulog Kanwil DKI Jakarta & Banten Taufan Akib mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, termasuk menjelang momentum hari besar keagamaan maupun situasi global yang dinamis.
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), termasuk dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan maupun dinamika situasi geopolitik global,” kata Taufan di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Bulog mencatat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog di wilayah DKI Jakarta dan Banten saat ini mencapai 221.123 ton.
Jumlah tersebut tersebar di dua wilayah utama, yakni:
- Gudang Bulog DKI Jakarta: 131.781 ton
- Gudang Bulog wilayah Banten: 89.342 ton
Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian: Jangan Panic Buying, Stok Beras dan BBM Aman
Taufan menjelaskan stok tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena proses penyerapan gabah dan beras dari produksi dalam negeri masih terus berlangsung.
"Jumlah tersebut diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan kegiatan penyerapan gabah dan beras dalam negeri yang tengah berlangsung saat ini," katanya.
Bulog: Pasokan Minyak Goreng Stabil
Selain beras, Bulog juga mengatakan ketersediaan minyak goreng tetap terjaga.
Hal ini didukung oleh kebijakan domestic market obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan yang mengatur distribusi minyak goreng untuk kebutuhan dalam negeri.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- bulog
- stok beras
- stok beras jakarta
- minyakita
- panic buying
- stok minyak goreng





