Lebih Afdol Zakat Fitrah Menggunakan Beras atau Uang? Begini Penjelasan Ulama

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Selain berpuasa, zakat fitrah juga menjadi kewajiban yang harus dilakukan umat muslim di bulan ramadhan. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam, baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak sebagai bentuk santunan kepada fakir miskin. 

Zakat Fitri dikeluarkan sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari hal-hal yang menodai puasa, seperti dalam hadis berikut:

Baca Juga :
Catat, Ini Jadwal Operasional Sistem Bank Indonesia saat Lebaran 2026
KPK Sita Uang hingga Elektronik dari OTT Bupati Rejang Lebong

"Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari kata-kata tak berguna dan kotor, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa mengeluarkannya sebelum shalat Idul Fitri, maka itu adalah zakat yang diterima. Bila ia mengeluarkannya setelah shalat Idul Fitri, maka itu menjadi sedekah biasa," (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Bebicara mengenai zakat fitrah, banyak publik yang masih bertanya terkait dengan mana yang lebih afdol membayarkan zakat fitrah menggunakan beras atau menggunakan uang. Terkait dengan hal ini, Ustaz Khalid Basalamah Angkat bicara. Disebutnya bahwa berdasarkan pendapat ulama, zakat menggunakan makanan pokok.

”Tentu saja yang paling kuat pendapat ulama adalah menggunakan makanan pokok,”kata beliau dikutip dari saluran YouTube, Rabu 11 Maret 2026.

Maka dengan itu, maka zakat yang dianjurkan dan paling diberikan adalah berupa beras sesuai dengan makanan pokok Indonesia.

”Karena kita di Indonesia makanan pokoknya beras maka kita pakai beras,” jelasnya.

Pendapat senada juga diungkap oleh Ustaz Abdul Somad. Beliau menyebut bahwa jika mengacu pada mahzab Syafii maka zakat dianjurkan menggunakan beras.

”Kalau mau konsisten dengan mahzab Syafii, bawa beras,” kata beliau dikutip dari YouTube.

Di sisi lain, UAS juga menghimbau agar masyarakat tidak membeli beras di masjid untuk dizakatkan. Beliau menegaskan bahwa hal tersebut tidak dibenarkan, kecuali amil zakat sudah menyiapkan beras khusus untuk dizakatkan kepada umat.

“Ini banyak orang ’saya mahzab Syafii pakai beras pakai duit sampai di masjid dia beli beras. Beras apa yang kau beli, mana ada masjid jual beras. Jual belinya saja tidak sah, kecuali amil itu di belakang dibungkus (beras) banyak-banyak ada 1.000 bungkus ’aku beli beras ini dengan harga Rp 25 ribu tunai aku bayarkan zakat fitrah untuk anakku’,” jelas beliau.

Baca Juga :
Kemenag Terbitkan Panduan Takbiran di Bali saat Nyepi, Tak Boleh Pakai Pengeras Suara
10 Game Penghasil Uang Digital Terbaik, Maksimalkan Pendapatanmu di 2026
Bolehkah Bayar Zakat Fitrah Pakai QRIS? Begini Hukumnya dalam Islam

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tips Aman Minum Kopi di Bulan Puasa
• 37 menit lalubeautynesia.id
thumb
Rumah di Siteba Ludes, Rp3 Miliar Selamat
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Gus Ipul: 5 Juta KPM PKH Jatim Akan Jadi Anggota Kopdes Merah Putih
• 14 jam laludetik.com
thumb
Bazar Prime Ramadan Jakarta Diserbu Warga, Paket Sembako Murah Jadi Incaran
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kapolri di Hadapan Buruh: Satukan Tekad dan Barisan Wujudkan Indonesia Emas 2045!
• 14 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.