Tren Wisata Musim Semi 2026: Jepang Masih Juara, Wisatawan Asia Kini Berburu Destinasi Hidden Gem

mediaindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita

MUSIM semi selalu menjadi magnet bagi pelancong dunia, terutama bagi masyarakat di kawasan Asia Pasifik. Riset tahunan Travel Pulse Klook melalui Spring Readiness Index terbaru menunjukkan Jepang masih kokoh di puncak destinasi impian dengan perolehan 78%, disusul Korea Selatan (52%) dan Tiongkok Daratan (42%).

Berdasarkan survei terhadap 900 wisatawan di sembilan pasar Asia, termasuk Indonesia, alasan utama perjalanan pada periode Maret-April adalah untuk mengejar fenomena alam yang hanya terjadi sekali setahun, seperti mekarnya bunga sakura.

Pergeseran Tren: Dari Kota Besar ke Kota Satelit

Menariknya, terjadi pergeseran perilaku wisatawan yang kini lebih memilih discovery-driven travel. Alih-alih hanya terpaku pada satu kota besar, dua pertiga responden berencana mengunjungi lebih dari satu destinasi dalam satu rangkaian perjalanan. Kota-kota metropolitan kini hanya menjadi gerbang awal sebelum mereka mengeksplorasi wilayah yang lebih tenang dan kurang populer.

Baca juga : Trump Kirim Surat ke 14 Negara, Umumkan Tarif Impor Baru Hingga 40 Persen

Data internal mencatat pertumbuhan minat yang kuat pada destinasi berkembang seperti Fukuoka dan Hiroshima di Jepang, Gyeongju di Korea Selatan, hingga Lijiang City di Tiongkok. Fenomena ini menunjukkan keinginan wisatawan untuk mendapatkan nilai lebih dari setiap perjalanan mereka.

Marcus Yong, Vice President, Global Marketing, Klook, menjelaskan tren ini mencerminkan pola pikir wisatawan yang semakin terencana namun tetap fleksibel.

“Melalui Spring Readiness Index, kami melihat bagaimana wisatawan kini menerapkan fleksibilitas yang lebih besar dalam merencanakan perjalanan, sambil tetap memprioritaskan pengalaman yang paling bermakna bagi mereka, mulai dari menjelajahi budaya lokal hingga mencicipi kuliner khas. Insight ini juga membantu membentuk cara kami dalam mendukung wisatawan, baik secara daring maupun di lapangan,” ujar Marcus.

Baca juga : Trump Ungkap Potensi Kesepakatan Dagang dengan Korea Selatan, Jepang, dan India

Solusi Menghadapi Kekhawatiran "Gagal Mekar"

Meski antusias, wisatawan tetap memiliki kekhawatiran utama, yakni keramaian di lokasi wisata (47%) dan risiko melesetnya waktu mekar bunga (41%). Menanggapi hal ini, Klook memperkenalkan solusi inovatif bernama Bloom Back Guarantee.

Program ini memberikan rasa tenang dengan menawarkan pengembalian dana sebesar 30% jika bunga sakura terbukti tidak mekar selama periode prakiraan resmi pada tur tertentu di Jepang dan Korea Selatan. Selain itu, untuk membantu navigasi di lapangan, telah dibentuk dewan berisi 25 Chief Spring Officers yang akan memberikan panduan praktis dan rekomendasi real-time melalui media sosial.

Jendela Pemesanan yang Singkat

Survei juga mengungkap 70% wisatawan cenderung memesan aktivitas mereka dalam waktu dua bulan sebelum keberangkatan. Durasi pemesanan yang relatif singkat ini menunjukkan bahwa pelancong Asia kini lebih adaptif dalam menyesuaikan jadwal dengan kondisi cuaca dan prakiraan musim demi memaksimalkan pengalaman liburan mereka. (Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Jadikan Al-Qur’an Inspirasi Membangun Bangsa
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
IRGC Targetkan Basis AS, Israel, dan Bandara Haifa
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Kebebasan Beragama di Indonesia Masih Jadi Tantangan, Ratusan Kasus Intoleransi Tercatat Sepanjang 2025
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
KRL Gangguan di Stasiun Bojonggede-Citayam, Penumpang Arah Bogor Menumpuk di Tiap-Tiap Stasiun
• 18 menit laludisway.id
thumb
Hindari 5 Item Ini Saat Melawan Hero Tank
• 18 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.