Jakarta: Pelatih Arema Malang Marcos Santos menyampaikan komentar pedas usai menilai timnya kalah 1-2 dari tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL). Santos menilai Singo Edan takluk gegara kepemimpinan wasit yang buruk.
"Pertandingan melawan Bhayangkara berlangsung sulit, bukan hanya karena kualitas lawan, tetapi juga kepemimpinan wasit yang memengaruhi jalannya laga," kata Santos dikutip dari Antara, Rabu, 11 Maret 2026.
Santos menilai Bhayangkara tim yang memiliki kualitas baik dengan para pemain yang juga mumpuni. Namun, keputusan wasit sejak awal hingga akhir pertandingan, membuat timnya berada dalam posisi yang tidak mudah.
“Saya pernah melatih di liga Italia dan Libertadores, tetapi saya tidak pernah melihat kepemimpinan wasit seperti ini. Tapi saya tetap menghormati keputusan wasit," ungkap Santos.
Baca Juga :
Pelatih Bhayangkara Akui Arema Sulit DitaklukkanLiga Indonesia. Foto: Istimewa.
Menurut dia, keputusan kartu merah memang merupakan hak wasit. Namun, perbedaan keputusan diberikan kepada tim tuan rumah, di mana Bhayangkara tidak mendapatkan kartu sama sekali.
“Kami bukan tidak menghormati wasit, tetapi dalam situasi seperti ini tentu menjadi sulit. Tentunya saya prihatin dengan sepakbola Indonesia yang sudah maju, tetapi kalau menggunakan wasit dari luar harus lebih tegas lagi,” sebut Santos.
Santos memberikan apresiasi kepada para pemain Arema yang telah berjuang hingga peluit akhir pertandingan. Meskipun harus menelan pil pahit usai ditaklukan 2-1 oleh Bhayangkara.




