Jenderal Agus Subiyanto Sebut Siaga 1 TNI Hal Biasa di Militer

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan, keputusannya menetapkan status siaga 1 di sejumlah satuan TNI merupakan bagian dari uji kesiapsiagaan rutin. Hal itu terkait dengan satuan yang tergabung dalam Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam (PRCPB).

Agus menerangkan, setiap komando daerah militer (Kodam) memiliki satu batalyon yang disiapkan untuk siaga, terutama apabila wilayahnya berpotensi atau sedang menghadapi bencana alam. Menurut mantan KSAD itu, keluarnya Telegram Nomor TR/283/2026 tersebut bukan sesuatu yang luar biasa.

Baca Juga
  • Panglima TNI Ganti Pangdam Pattimura dan Cenderawasih
  • Kaster TNI Dihidupkan Lagi, Dijabat Letjen Bambang Trisnohadi
  • Validasi Organisasi, Pangdam Jaya Diemban Bintang Tiga

"Saya sudah memberlakukan siaga 1, namanya di satuan-satuan, PRCPB atau Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam. Jadi, tiap kodam ada satu batalyon untuk siaga 1, apalagi di wilayahnya ada bencana alam," katanya usai menghadiri Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026) malam WIB.

Menurut Agus, siaga 1 TNI juga merupakan mekanisme standar untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan di lapangan. "Kita menguji kesiapsiagaan personel dan material. Jadi, ini hal yang biasa," ujar mantan Danpaspampres tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Saat ditanya apakah status tersebut berkaitan dengan peningkatan eskalasi konflik di Timur Tengah sebagaimana tertulis dalam telegram, Agus memilih bungkam kepada wartawan yang mencegatnya. "Oke, terima kasih ya. Ini hal biasalah siaga 1," ujarnya.

Terkait gelar pasukan hingga pengerahan alutsista, termasuk peluncur roket Astros yang videonya viral di kawasan Monumen Nasional (Monas), bagi Agus, kegiatan tersebut hanyalah bagian dari simulasi. Dia menekankan, pimpinan TNI menguji kecepatan mobilisasi pasukan dalam merespons keadaan.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Begini Alasan Pemerintah Tunda Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 16 Tahun
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Sederet Alasan Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan Eks Menag Yaqut
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
AKP AE Dipecat Gegara Terima Setoran Bandar Narkoba, Istrinya Histeris
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Seluruh Korban Longsor Sampah TPST Bantargebang Ditemukan, Tujuh Orang Meninggal Dunia
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Pemerintah pantau terus kondisi WNI di Lebanon saat eskalasi konflik
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.