Harga Emas Rebound seiring Pelemahan Dolar dan Meredanya Kekhawatiran Inflasi

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia rebound pada Selasa (10/3/2026), didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan meredanya kekhawatiran inflasi.

Harga Emas Rebound seiring Pelemahan Dolar dan Meredanya Kekhawatiran Inflasi. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia rebound pada Selasa (10/3/2026), didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak terkoreksi di tengah sinyal bahwa konflik di Timur Tengah dapat segera berakhir.

Emas spot menguat 1,09 persen menjadi USD5.192,66 per troy ons.

Baca Juga:
Cerita WNI saat Evakuasi dari Iran, Melihat 10 Rudal Lintasi Langit Teheran

Indeks dolar AS melemah, sehingga mendukung harga emas karena pelemahan dolar membuat logam mulia yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Harga minyak merosot pada Selasa setelah melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun pada hari sebelumnya.

Baca Juga:
Wall Street Beragam Imbas Trump Plin-plan Akhiri Perang dengan Iran

Penurunan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memprediksi perang di Timur Tengah dapat segera berakhir, sehingga meredakan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan minyak berkepanjangan.

Namun di lapangan, belum ada tanda-tanda konflik mereda. Warga Teheran yang dihubungi Reuters menggambarkan pemboman ibu kota oleh AS dan Israel semalam sebagai yang paling sengit sejak perang dimulai.

Baca Juga:
Harga Minyak Anjlok 11 Persen usai Trump Isyaratkan Deeskalasi Timur Tengah

Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities Bart Melek mengatakan, meredanya harga minyak dari puncak di atas USD100 masih bersifat inflasioner dan tetap mendukung emas, tetapi tidak lagi cukup tinggi untuk secara serius membatasi ruang Federal Reserve (The Fed) dalam memangkas suku bunga.

“Dengan harga minyak yang mulai turun dari level tersebut, investor menjadi lebih nyaman bahwa perdagangan berbasis pelemahan nilai mata uang bisa kembali menguat,” ujarnya.

Meski sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga naik karena logam ini tidak memberikan imbal hasil.

Investor juga menunggu data indeks harga konsumen (CPI) AS serta data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis akhir pekan ini.

The Fed diperkirakan menahan suku bunga pada pertemuan 17-18 Maret mendatang.

Sementara itu, harga emas di Dubai diperdagangkan dengan diskon terhadap harga London karena pembatasan penerbangan akibat konflik membuat lebih banyak emas bertahan di pasar lokal, sementara permintaan tetap lesu.

Di pasar logam mulia lainnya, perak spot naik 2,7 persen menjadi USD89,39, platinum spot menguat 2,2 persen menjadi USD2.229,15, sedangkan paladium turun 0,9 persen ke USD1.675,50. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Bilang Pemimpin Tertinggi Iran Tak Akan Bisa Hidup Damai
• 2 jam laludetik.com
thumb
Pemprov DKI Luncurkan Transjabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta Kamis 12 Maret 2026, Ini Tarifnya
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Tragedi Bantargebang Disebut Terbesar Kedua, Menteri LH Desak Praktik Open Dumping Segera Dihentikan
• 3 jam lalusuara.com
thumb
BNI (BBNI) Siagakan 23 Outlet Layanan Terbatas Selama Libur Lebaran 2026
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Andalkan BRImo dan QRIS, BRI Tetap Siapkan Uang Tunai Rp25 Triliun untuk Lebaran 2026
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.