Pemasok Senjata Canggih Amerika Ditinggal Karyawan, Bos Mulai Waswas

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump menyampaikan sambutan tentang infrastruktur AI, di samping salah satu pendiri Oracle Larry Ellison, CEO SoftBank Masayoshi Son, dan CEO OpenAI Sam Altman di ruang Roosevelt di Gedung Putih di Washington, AS, 21 Januari 2025.(REUTERS/Carlos Barria)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang petinggi di OpenAI, perusahaan pencipta ChatGPT, mundur karena tak sepakat dengan keputusan CEO Sam Altman untuk menyediakan teknologi AI kepada Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Futurism melaporkan bahwa Caitlin Kalinowski, pemimpin divisi perangkat keras dan robotik di OpenAI, mengumumkan pengunduran dirinya di media sosial.

"Ini bukan keputusan yang mudah. AI memiliki peran penting dalam keamanan nasional. Namun, memata-matai warga AS tanpa pengawasan lembaga peradilan dan otomatisasi senjata mematikan tanpa otorisasi manusia, adalah hal yang butuh lebih banyak diskusi," katanya di akun media sosial X-nya.


Dia juga mengaku masih menghormati Altman meski tidak setuju dengan langkah yang diambil.

"Ini soal prinsip, bukan orang tertentu," kata Kalinowski.

Pilihan Redaksi
  • Kejar Rp 4.110 Triliun, Airlangga Cari 15.000 Orang Warga RI
  • Perusahaan Ini Diuntungkan Gara-gara Perang Brutal di Iran
  • Ditendang Trump, Nasib Pemasok Senjata Canggih AS Memprihatinkan

Bulan lalu, OpenAI mengumumkan kesepakatan dengan Pentagon setelah perusahaan saingannya Anthropic ditendang.

Pentagon tidak memperpanjang kontrak Anthropic karena perusahaan yang dipimpin oleh CEO Dario Amodei tersebut menolak mengubah syarat dan ketentuan mereka. Anthropic melarang teknologi AI mereka digunakan untuk program memata-matai warga AS dan untuk mendukung otomatisasi senjata yang bisa membunuh target tanpa lewat proses persetujuan manusia.

Tak hanya diputus kontrak. Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menempatkan Anthropic sebagai perusahaan yang menyimpan "risiko rantai pasok" sehingga tak boleh digunakan oleh pihak yang bermitra dengan Pentagon.

Keputusan untuk langsung terjun menggantikan Anthropic membuat OpenAI diterpa kritik. Bahkan, warga AS ramai-ramai menghapus ChatGPT dari HP mereka sebagai tanda protes.

Sekitar 1.000 pegawai dan mantan pegawai OpenAI dan Google juga menandatangani surat terbuka meminta agar perusahaan mereka berkomitmen menolak permintaan Pentagon menggunakan AI untuk mata-mata massal dan senjata otonom.

Awalnya, Altman menyatakan OpenAI bisa digunakan selama sesuai dengan hukum yang berlaku. Setelah mendapatkan tekanan dari publik, Altman kemudian mengaku akan berdiskusi dengan Pentagon soal perlindungan atas kegiatan mata-mata domestik dan senjata otonom.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Warga RI Doyan Belanja Online di Ramadan,Fintech Jamin Keamanan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TPST Bantar Gebang Longsor, Dedi Mulyadi Soroti Peran dan Wewenang Wali Kota Bekasi
• 16 jam laludisway.id
thumb
Trump Ancam Hantam Iran 20 Kali Lebih Keras Jika Selat Hormuz Diblokir, Sebut Ancaman Itu Hadiah untuk China
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Usai Hajar Persik, Beckham Putra Langsung Waspadai Kekuatan Borneo FC di Pekan Depan
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Safari Ramadan di Rajawali, Munafri Ajak Warga Jaga Ibadah dan Lingkungan
• 15 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Igor Tudor Resmi Jadi Pelatih Paling Memalukan Sepanjang Sejarah Tottenham Hotspur usai Dibantai Atletico Madrid
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.