Iran Hampir Menang, Israel Hancur Lebur Hingga Dunia Diambang Krisis Minyak

suara.com
6 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Iran mengklaim telah melumpuhkan pertahanan militer Amerika Serikat dan Israel pada Maret 2026.

  • Teheran memegang kendali atas ekonomi energi global dan menentukan durasi konflik bersenjata.

  • Gencatan senjata hanya akan dipertimbangkan jika ada jaminan keamanan absolut dari pihak lawan.

Suara.com - Kondisi geopolitik di Timur Tengah kini memasuki babak baru setelah Iran  Teheran menyatakan keunggulan mutlak secara militer atas perang.

Pemerintah Iran secara terbuka mengumumkan bahwa mereka telah berhasil melumpuhkan kekuatan pertahanan Israel dan Amerika Serikat.

Langkah strategis militer yang disusun oleh pihak Washington dan Tel Aviv dinilai gagal total di lapangan.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengungkapkan penilaian mendalam mengenai kegagalan strategi musuh-musuh negaranya tersebut.

Beliau meyakini bahwa saat ini posisi tawar Iran jauh lebih kuat dibandingkan para pesaingnya di kawasan.

"Kami berada di posisi yang lebih unggul. Rencana AS dan Israel gagal dan target mereka tidak tercapai. Iran telah memberikan kerusakan serius terhadap Israel dan AS," ujar Gharibabadi.

Melalui siaran televisi resmi pemerintah, ia memaparkan dampak serangan yang memberikan kerugian signifikan bagi pihak lawan.

Teheran juga menyoroti bagaimana konflik ini memberikan pengaruh besar terhadap tatanan finansial dan sumber daya internasional.

Pihak kedaulatan Iran merasa memiliki peran kunci dalam menentukan masa depan stabilitas pasar di seluruh dunia.

Baca Juga: Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Dampak Ekonomi Mulai Guncang Negara Teluk

Gharibabadi menekankan bahwa kendali atas durasi perselisihan bersenjata ini sepenuhnya berada di tangan mereka sekarang.

"Lihat saja kondisi energi global dan perekonomian dunia saat ini. Kami memegang kendali, dan kami yang akan menentukan kapan perang ini berakhir," tambah dia.

Hingga saat ini, beberapa negara besar telah mulai melakukan komunikasi diplomatik intensif dengan pihak pemerintah Iran.

Negara-negara seperti China, Prancis, hingga Rusia dilaporkan telah membuka jalur dialog untuk membahas kemungkinan perdamaian.

Namun, Iran memberikan syarat yang sangat ketat bagi siapa pun yang menginginkan penghentian kontak senjata.

Prinsip utama yang dipegang Teheran adalah adanya jaminan keamanan yang absolut dan pengakuan kesalahan dari pihak lawan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sule Dikritik Usai Ngevlog di Rumah Duka Vidi Aldiano, sang Komedian: Saya Minta Maaf
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Menko Polkam: Negara Hadir Lindungi WNI, Evakuasi dari Wilayah Konflik Terus Dilakukan
• 1 jam laludisway.id
thumb
JPU Tuntut Terdakwa AH 42 Bulan Terkait Dugaan Tipu Gelap Pelepasan Hak Tanah Tanudibroto
• 22 jam lalurealita.co
thumb
Dinding Sekolah Berbicara Lewat Karya Siswa
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kini Masyarakat Dapat Laporkan Pemalakan THR oleh Ormas ke Kepolisian Lewat Call Center
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.