Ahmad Luthfi Dorong Keterbukaan Informasi di Lingkungan Pemprov Jateng

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan dukungannya untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik di lingkungan kerjanya. Ia juga memerintahkan semua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng agar terbuka terhadap progres pembangunan di wilayahnya.

Luthfi menilai keterbukaan informasi merupakan hak publik yang berhak diketahui oleh semua orang. "Saya perintahkan semua terbuka, jangan ada yang ditutupi. Harus terbuka, blakotang. Tidak hanya untuk wartawan, tetapi masyarakat boleh boleh tanya. Di situ ada akuntabilitas keterbukaan informasi publik yang harus diketahui oleh masyarakat," kata Luthfi dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Hal tersebut disampaikannya pada acara silaturahmi dan buka bersama bersama para wartawan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, kemarin (10/3).

Dalam kesempatan itu, Luthfi kembali juga menggandeng insan pers untuk berkolaborasi membangun Jawa Tengah sekaligus sebagai sarana penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat. Ia mengatakan masukan dan kritik dari wartawan dan masyarakat dibutuhkan dalam rangka membangun Jawa Tengah.

"Media juga memiliki peran untuk melakukan pembangunan. Tugas jurnalis sama dengan kita (pemerintah), dalam rangka untuk mendidik dan membangun masyarakat," kata Luthfi.

Baca juga: Mudik 2026, Tol Bawen-Ambarawa Dibuka Fungsional 13-30 Maret

Sementara itu, Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana mengatakan jurnalis memiliki tugas yang sama dengan pemerintah, yaitu memperjuangkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat. Perjuangan tersebut dilakukan dengan berbagai hal, seperti melalui tulisan, foto, video, dan sebagainya.

"Kita memiliki kewajiban itu. Dalam menjalankan profesi, kita memiliki hak untuk mendapatkan informasi publik, pun berhak untuk mendapatkan informasi dari para narasumber," paparnya.

Pria yang akrab disapa Iwan ini menambahkan, jurnalis memiliki cara agar informasi dapat tersampaikan kepada masyarakat secara utuh. Ia menegaskan sejatinya informasi memang harus transparan, namun transparan bukan berarti telanjang. Adapun informasi memerlukan check and recheck kepada stakeholder atau mitra.

"Kolaborasi Pemprov dengan wartawan menjadi hal tidak terpisahkan. Ketika bagus kita sampaikan bagus, kalau ada kritik kita sampaikan juga dengan memberikan solusi. Media juga menjadi part of solution," pungkasnya.

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara tersebut Sekreteris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng Setiawan Hendra Kelana, perwakilan Bazas Jateng, sejumlah kepala OPD, serta para wartawan.

Tonton juga Video: Detikcom Awards 2025 Beri Penghargaan Tokoh Pendorong Keterbukaan Informasi Lembaga Hukum kepada Harli Siregar




(akd/akd)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rudal 'Kiamat' Iran Gempur Israel, Berat Hulu Ledak 1 Ton
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Antisipasi Kemacetan, Dishub Sumsel Siapkan Skema Lalu Lintas Mudik di Jalur Palembang-Jambi
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
BRI Siapkan Uang Tunai Rp25 Triliun Selama Periode Idul Fitri 2026
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Dukung Gaya Hidup Aktif, bank bjb Gelar Ajang Lari Trail
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo Gelar Peringatan Nuzulul Quran, Serukan Persatuan Hadapi Ketidakpastian
• 15 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.