REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perencana keuangan Erlina Juwita mengingatkan masyarakat agar tidak bergantung pada pinjaman online (pinjol) untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran, terutama bagi mereka yang tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Menurutnya, penggunaan pinjol tidak dianjurkan karena mengandung unsur riba dan berpotensi mengganggu kondisi keuangan.
"Pinjol tetap tidak dianjurkan karena ada unsur riba dan dapat berpotensi mengganggu cashflow, terlebih pinjol itu bunganya tinggi," kata Erlina saat dihubungi Republika, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga
Tips Kelola Anggaran Mudik Biar Dompet Aman Setelah Lebaran
Bahaya Overbuying Saat Ramadhan: Dari Dompet Jebol Hingga Penumpukan Limbah Makanan
Ulasan Film Na Willa: Hangat, Sederhana, dan Ajak Nostalgia
Founder Cerdas Keuangan tersebut menyarankan masyarakat untuk menggunakan sumber daya yang ada, alih-alih pinjol. Erlina juga membagikan tips mengelola THR secara bijak. la menyarankan 30 persen dana THR dialokasikan untuk konsumsi Lebaran seperti makanan dan kebutuhan rumah tangga, serta 30 persen untuk ongkos mudik bagi yang ingin pulang kampung.
Sementara itu, 10 persen dapat digunakan sebagai self reward sebagai bentuk apresiasi setelah bekerja sepanjang tahun. Selain kebutuhan pribadi, sebagian THR juga dapat dialokasikan untuk kepentingan sosial dan masa depan. Sekitar 5 persen disarankan untuk zakat dan 5 persen untuk salam tempel kepada keluarga atau anak-anak.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Wanita melakukan pinjaman online (pinjol). (ilustrasi) - (Dok. Freepik)
"Kemudian 10 persen dapat digunakan untuk bingkisan Hari Raya, serta 10 persen Iainnya dialokasikan untuk investasi agar THR tidak hanya habis saat Lebaran, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang," kata Erlina.
Erlina mengatakan pengelolaan THR dapat berbeda antara individu yang masih lajang dan yang sudah berkeluarga karena perbedaan prioritas kebutuhan. Bagi yang masih lajang, pengelolaan THR cenderung lebih fleksibel dan banyak dialokasikan untuk kebutuhan pribadi seperti self reward, tabungan, maupun investasi.
"Para single biasanya lebih fokus pada self-reward serta tabungan dan investasi, yang biasanya berada di kisaran 30 hingga 40 persen dari total THR yang diterima," kata dia.